Dilantik Lagi Jadi Penasihat Ansor Kepahiang, Bupati Hidayat Minta Ansor Terus Perangi Radikalisasi

Maret 14, 2021
Berita Utama Seni & Budaya 0   296 views 0
pelantikan Ansor 2021-2024

Prosesi pelantikan pengurus PC GP Ansor Kepahiang masa khidmad 2021-2024. Tampak Bupati Hidayattullah Sjahid ikut dilantik sebagai penasihat (Foto: Dok. PC GP Ansor)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid kembali dilantik sebagai Penasihat Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Kepahiang masa khidmat 2020-2024. Pada periode sebelumnya ia juga merupakan penasihat di organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) ini.

Pelantikan ini digelar di Lantai 3 Gedung Ansor Kepahiang Komplek Perkantoran Pemkab Kepahiang, Minggu (14/03/2021). Pelantikan dilakukan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor melalui Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bengkulu.

Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid dalam sambutannya meminta Ansor Kepahiang tetap menjadi garda terdepan memerangi radikalisasi dan ikut menjaga NKRI.

“Semoga Ansor lebih maju, dan lebih mandiri, karena Ansor adalah satu-satunya Banomnya NU yang paling mandiri. Ansor barisannya harus satu komando. Ansor harus bisa jadi garda terdepan dan harus cerdas dalam menghadapi radikalisasi,” ungkap Hidayat.

Sebelumnya, Ketua PC GP Ansor Kepahiang M Yamin menuturkan, setelah pelantikan kepngurusan Ansor Kepahiang yang baru ini, Ansor harus membangun bersama pemerintah dan mengimplementasi gerakan kepemudaan.

“Sebagai bagian dari NU, GP Ansor harus bisa menjadi benteng para ulama, menjaga NKRI, harus mampu melakukan kerjasama internal yang solid. Selain itu, juga harus bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Kepahiang menuju kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera ,” tutur Yamin.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bengkulu Mohammad Soleh menjelaskan, jika kepengurusan Ansor Kepahiang periode ini tidak melakukan gerakan yang lebih baik, maka ia mengancam akan menghentikan kepengurusan GP Ansor Kepahiang saat ini.

“Tidak perlu 4 tahun seperti yang terpampang di spanduk pelantikan ini. Jika dalam 1 tahun tidak bekerja dengan serius dan maksimal, maka di 2021 ini akan saya berhentikan dan saya ganti dengan yang baru,” tegas M Soleh padaacara yang juga dihadiri Ketua Tanfidziah NU Kepahiang KH. Mudahri, dan Wabup Zurdi Nata ini. (rls/red)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.