Dugaan Ujaran Kebencian, Ketua Tim Ujang-Daus Dilapor ke Bawaslu

November 19, 2020
Berita Utama Politik 0   690 views 0
Relawan Dayat-Data

Relawan Dayat-Nata, Gusti Imansyah yang didampingi kuasa hukumnya melaporkan kasus dugaan kampanye dengan ujaran kebencian ke Bawaslu Kepahiang (Foto: Rian Saputra/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Ketua Tim Kampanye Ujang Syaripudin-Firdaus Djailani, Zainal dilaporkan oleh relawan Hidayattullah Sjahid-Zurdi Nata karena dugaan menyebar ujaran kebencian. Menurut pelapor, Gusti Imansyah didampingi kuasa hukumnya Dede Frastien, Zainal yang merupakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu itu menyebar ujaran kebencian terhadap paslon nomor 2 tersebar di media sosial.

“Kami beranggapan apa yang diucapkan oleh saudara Zainal sangat tidak pantas bagi kami maupunkelompok kami, apalagi orang sekelas beliau, tidak pantas mengeluarkan kata-kata yang merendahkan kandidat kami,” ujar Gusti Imansyah usai melapor ke Bawaslu Kepahiang, Kamis (19/11/2020).

Gusti menuturkan, dalam rekaman video berdurasi 1 menit 31 detik tersebut, Zainal dinilai telah melecehkan dan merendahkan paslon Hidayat-Nata. Ia menjelaskan, hal tersebut tidak pantas disampaikan oleh seseorang yang memimpin partai politik.

“Ini sebagai contoh untuk para pemimpin partai politik, agar tidak merendahkan dan melecehkan lawan dari kandidat paslon masing-masing. Supaya dapat menciptakan Pilkada yang aman dan damai seharusnya contoh datang dari pimpinan parpol,” imbuh Gusti.

Sementara itu, Kuasa Hukum pelapor Dede Frastien mengatakan, ujaran yang disebutkan ketua tim kampanye nomor 1 merupakan pelanggaran kampanye. Ia memaparkan, dalam video tersebut terjadi pelanggaran larangan dan sanksi kampanye yang diatur di dalam Pasal 69 huruf B dan C Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota Menjadi Undang-Undang j.o Pasal 187 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 69 huruf B: menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon gubernur, calon wakil gubernur, calon bupati, calon wakil bupati,calon walikota, calon wakil walikota dan/ Partai Politik, dan Pasal 69 huruf C: melakukan kampanye berupa menghasut memfitnah mengadu domba partai politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat.

“Ini pelanggaran dan tidak dibenarkan melakukan fitnah dan penghasutan agar orang lain membenci seseorang atau kelompok tertentu,” tegas Dede.(cj1)

tata cara pencoblosan



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.