Hujan Deras Tak Beranjak dari Tenda, TGB: Bukti Masyarakat Kepahiang Hormati Tamu

Maret 1, 2018
Featured Seni & Budaya 1   34 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menuliskan sekilas kisah perjalanannya ke Kabupaten Kepahiang melalui akun resmi Instagram-nya.

Mulai dari perjalanannya menuju Kepahiang melalui jalan berliku-liku (Liku Sembilan) hingga karakter masyarakat Kepahiang yang dinilainya sangat menghormati tamu.

“Pelangi sambutan mewarnai perjalanan safari silaturrahim saya kali ini ke Bumi Rafflesia, Bengkulu. Sambutan pertama adalah jalanan berkelok-kelok perbukitan Liku Sembilan menuju Kabupaten Kepahiang, memenuhi undangan dinas dari¬†Bapak Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM., dalam rangka peringatan ulang tahun ke-14 kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu ini,” tulisnya di akun Instagram.

Ditulisnya, Liku Sembilan mengingatkannya pada suatu kawasan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni kawasan Sembalun di lereng gunung Rinjani .

“Jalur Liku Sembilan mengingatkan saya pada kawasan Sembalun di lereng gunung Rinjani Lombok, yang membuat kendaraan harus bermanuver meliuk-liuk dengan sangat hati-hati, karena jalanan sempit dengan pagar bukit rawan longsor, sementara sisi lainnya jurang yang dalam. Ada candaan, semoga tak perlu plastik kresek karena perut dikocok jalanan,” sambungnya.

Ia bahkan tak menduga disambut secara adat dan tarian khas penyambutan tamu khas Kepahiang.

“Sambutan kedua digelarnya ritual tari adat menyambut tamu Kepahiang, persiapan yang sungguh tidak saya duga begitu besar dan lengkap. Sungguh sebuah kehormatan bagi saya,” lanjutnya.

Antusiasme warga Kepahiang, menurutnya cukup luar biasa, karena meski diuji dengan diguyur hujan lebat warga tetap berada di bawah tenda dan tak berlari berteduh ke tempat lebih teduh, seperti teras Kantor DPRD.

“Dan sambutan terbesar adalah antusiasme warga Kepahiang yang begitu besar dalam menghadiri majelis taklim, inti acara hari ini. Antusiasme warga Kepahiang seolah diuji oleh Allah SWT, dengan turunnya hujan begitu deras mengiringi tausiyah. Saya kagum karena tak ada yang beranjak pergi, atau kabur berlindung menuju gedung DPRD di belakang tenda-tenda tempat majelis taklim. Semuanya bertahan di bawah tenda dari terpaan tempias hujan. Alhamdulillah,” imbuhnya.

“Bagi saya, itu adalah bukti bahwa masyarakat Kepahiang memiliki karakter sangat menghormati tamu, sekaligus tak mau mengecewakan para pemimpinnya yang telah bersusah payah menyelenggarakan acara. Sebuah bukti saling cinta antara masyarakat dan para pemimpinnya. Terima kasih banyak Kepahiang.,” demikian tulis Gubernur Nusa Tenggara Barat tersebut.(pid)

 

Pelangi sambutan mewarnai perjalanan safari silaturrahim saya kali ini ke Bumi Rafflesia, Bengkulu. Sambutan pertama adalah jalanan berkelok-kelok perbukitan Liku Sembilan menuju Kabupaten Kepahiang, memenuhi undangan dinas dari Bapak Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM., dalam rangka peringatan ulang tahun ke-14 kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu ini. Jalur Liku Sembilan mengingatkan saya pada kawasan Sembalun di lereng gunung Rinjani Lombok, yang membuat kendaraan harus bermanuver meliuk-liuk dengan sangat hati-hati, karena jalanan sempit dengan pagar bukit rawan longsor, sementara sisi lainnya jurang yang dalam. Ada candaan, semoga tak perlu plastik kresek karena perut dikocok jalanan. Sambutan kedua digelarnya ritual tari adat menyambut tamu Kepahiang, persiapan yang sungguh tidak saya duga begitu besar dan lengkap. Sungguh sebuah kehormatan bagi saya. Dan sambutan terbesar adalah antusiasme warga Kepahiang yang begitu besar dalam menghadiri majelis taklim, inti acara hari ini. Antusiasme warga Kepahiang seolah diuji oleh Allah SWT, dengan turunnya hujan begitu deras mengiringi tausiyah. Saya kagum karena tak ada yang beranjak pergi, atau kabur berlindung menuju gedung DPRD di belakang tenda-tenda tempat majelis taklim. Semuanya bertahan di bawah tenda dari terpaan tempias hujan. Alhamdulillah. Bagi saya, itu adalah bukti bahwa masyarakat Kepahiang memiliki karakter sangat menghormati tamu, sekaligus tak mau mengecewakan para pemimpinnya yang telah bersusah payah menyelenggarakan acara. Sebuah bukti saling cinta antara masyarakat dan para pemimpinnya. Terima kasih banyak Kepahiang. #tuangurubajangofficial #safarisilaturrahim #safaridakwahbengkulu #majelistaklimkepahiang #sebarkebaikan #tebarkebenaran

A post shared by Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi (@tuangurubajang) on



Promosi BKD kepahiang
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *