Inisiasi Pembuatan Peta Partisipatif Desa, Bupati Hidayat Dukung Pemdes Batu Ampar

September 10, 2019
Berita Utama Humaniora 0   181 views 0
Foto bersama

Usai berdialog tentang rencana Pemdes Batu Ampar yang menggandeng Yayasan Kelopak Bengkulu membuat pemetaan partisipatif, Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid, Kades Harwan Iskandar dan tim dari Kelopak berfoto bersama (Foto: Amin/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid mendukung rencana Pemerintah Desa (Pemdes) Batu Ampar Kecamatan Merigi membuat peta partisipatif. Ia menuturkan, pemetaan partisipatif bisa memunculkan potensi desa.

“Saya mendukung pembuatan peta partisipatif ini. Dengan peta ini bisa mengungkap potensi desa,” tutur Hidayat saat menerima kunjungan Kepala Desa Batu Harwan Iskandar yang juga didampingi Non-Government Organization (NGO) Yayasan Kelopak Bengkulu di ruang kerjanya, Selasa (10/09/2019).

Meski demikian, Hidayat mengingatkan agar Pemdes Batu Ampar dan Yayasan Kelopak dapat mengikutsertakan Pemprov Bengkulu dan BKSDA. Pasalnya, Desa Batu Ampar juga berbatasan langsung dengan Taman Wisata Alam (TWA) yang merupakan wewenang BKSDA.

“Kalau masyarakatnya dan desanya itu masuk wilayah yuridiksi saya, tapi kalau hutan lindung itu di provinsi, kalau TWA itu BKSDA. Jadi intinya saya mendukung, nanti kita sambung lagi dengan dialog bersama BKSDA juga KLH (Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup) dari provinsi,” jelasnya.

Sebelumnya Kades Batam Harwan berujar, peta partisipatif dan tematik tidak dapat dibuat jika hanya mengandalkan SDM di desa, sehingga dukungan NGO sangat dibutuhkan.

“Memang tetap melibatkan masyarakat, namun dengan adanya LSM atau NGO yang bergerak dibidang ini tentu akan sangat membantu. Untuk membuatnya sendiri tentu kami tidak punya dananya. Jadi kita akan sangat terbantu dengan edukasi dan bantuan dari luar,” jelasnya.

Direktur Yayasan Kelopak Bengkulu Deddy Kurniadi di hadapan bupati menjelaskan, pemetaan partisipatif adalah cara pemetaan yang menlibatkan masyarakat sebagai pelaku pemetaan di wilayahnya sendiri. Masyarakat juga terlibat dalam menentukan perencanaan sebagai dasar mengembangkan potensi desanya sendiri.

“Bukan membuat peta secara grafis di atas kertas, tapi pemetaan ini melibatkan masyarakat untuk menjadi pelaku pemetaan di desanya,” jelas Deddy.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.