Insiden Pembakaran Bendera di Garut, FKUB Kepahiang Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi

Oktober 24, 2018
Featured Hukum 0   69 views 0
FKUB

FKUB Kabupaten Kepahiang (Foto: Koko/PROGRES KEPAHIANG)

PROGRES.ID, KEPAHIANG – Menyikapi insiden pembakaran bendera HTI di Limbangan, Garut, Jawa Barat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepahiang, Polres Kepahiang, Kejari  dan Kesbangpol Kepahiang mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi serta tidak membuat suasana semakin gaduh dengan membuat status di media sosial yang menjurus pada provokasi dan ujaran  kebencian.

“Hari ini kita kumpulkan tokah masyarakat, tokoh agama, Ormas, Kementerian Agama dan pihak terkait lainnya. Ini terkait insiden pembakaran bendera di Limbangan Garut Jawa Barat. Hal ini perlu kita sikapi bersama agar suasana kondusif di Kepahiang tetap terjaga,” terang Ketua FKUB Kabupaten Kepahiang, Khoirudin di Sekretariat FKUB Kepahiang, Kelurahan Pasar Sejantung, Kecamatan Kepahiang,Rabu (24/10/2018).

Ia juga berharap insiden serupa tak terulang lagi, terlebih lagi menjelang Pemilu 2019, yang mana suatu kasus biasa bisa terangkat menjadi sangat luar biasa atau sebaliknya pada tahun politik.

“Ini tahun politik dan kita harap semua warga bisa cerdas dalam mengolah informasi, cerdas bersikap. Hati-hati dengan berita yang beredar di media sosial. Tentunya insiden ini kita harap jangan terulang kembali, apa lagi situasi saat ini lagi sensitif, ini tahun politik jelang Pemilu Serentak 2019. Kami harap antarumat beragama dapat senantiasa menjalin komunikasi agar tercipta suasana yang kondusif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kepahiang, M Islahudin menjelaskan bahwa kasus tersebut dilakukan oknum dan telah ditangani Kepolisian.

Ketua Ansor Kepahiang

M Islahudin (Foto: Koko/PROGRES KEPAHIANG)

“GP Ansor Pusat sudah menyampaikan telah menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke penegak hukum. Kami pun berharap situasi tetap kondusif, masyarakat bisa cerdas bertindak serta menjaga  kesatuan dan persatuan bangsa,” kata Islahudin.

Ia pun mengimbau seluruh kader Ansor dan Banser untuk tidak mudah terprovokasi dengan pernyataan oknum warganet yang memojokkan serta menebar kebencian.

“Agar situasi tetap kondusif, saya mengajak kader seluruhnya agar menciptakan suasana yang damai dan tenteram, jangan terprovokasi,” imbaunya.(koe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.