Komisi II: Tak Berkembang, BBI Peraduan Binjai Sebaiknya Tutup

April 8, 2016
Berita Utama Hukum Perikanan 0   428 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Balai Beni Ikan (BBI) milik Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Kepahiang di Desa Peraduan Binjai Kecamatan Tebat Karai dinilai tak memberi sumbangsih apa pun bagi daerah. Komisi II bahkan sampai merekomendasikan agar BBI ditutup.

“Ditutup saja kalau tak bisa dikembangkan, apa lagi sudah bertahun-tahun. Tak mungkinlah disubsidi terus, tapi tak membuahkan hasil apa-apa bagi daerah,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kepahiang, Supianto, SE disela-sela sidak di BBI itu, Kamis (7/4/2016).

Kekecewaan Komisi II bertambah setelah melihat bak penampungan yang dibangun dengan dana anggaran senilai Rp 750 Juta tak berfungsi lagi, bahkan isinya penuh dnegan lumpur.

“Nah, lihat ini, untuk apa dibangun dengan dana ratusan juta, toh hasilnya tak ada, ini mubazir,” terangnya.

Selain itu, diketahui pula dari sidak itu, perawatan dan pengadaan pakan ikan yang tak jelas.

“Tujuan awal pembangunan BBI ini tidak tercapai, bahkan terkesan jadi pemborosan,” kata Wakil Ketua Komisi II, Edwar Samsi, S.IP, MM.

Sementara itu, pengelola ikan di BBI, Asep (29) menjelaskan bahwa pakan ikan sellau kurang. Pasalnya, Disnakan hanya memasok pakan ikan sekali dalam 1 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan setiap bulan, pengelola BBI harus menjual bibit ikan.

“Pakan ikan masuk bulan Mei tahun lalu yang terakhir, sekitar 50 zak. Setelah habis, kami sendiri yang nyari pakannya,” terang Asep.

Menurut Asep, penjualan bibit ikan setiap bulan mencapai 200 ekor dengan nilai sebesar Rp 400 Ribu. “Sampai Rp 400 Ribu sebulan, tapi uang itu tak bisa disimpan, untuk operasional saja pak,” imbuhnya.

Menurut Asep, BBI dikelola oleh dua karyawan dengan honor Rp 800 Ribu perbulan yang dicairkan setiap 4 bulan sekali. “Kami digaji Rp 800 Ribu sebulan. Kalau pakan ikan ini butuh 20 zak tiap bulannya pak,” tandas Asep.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.