KSPSI: PHK Sepihak PT TUMS Unprosedural

Agustus 21, 2016
Berita Utama Hukum 0   320 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Pemecatan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 7 sopir oleh manajemen PT Trisula Ulung Mega Surya (TUMS) tidak sesuai prosedur (unprosedural) dan melanggar Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja. Ini ditegaskan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kepahiang, Edwar Samsi, Jumat (19/08).

Baca: Lantaran Mogok Kerja, PT TUMS PHK 7 Sopir

“PHK sepihak PT TUMS tidak dibenarkan, itu unprosedural dan melanggar UU No 13 Tahun 2003,” tegas Edwar.

Dijelaskan Edwar, dalam Pasal 61 UU No 13 Tahun 2003 disebutkan bahwa manajemen suatau perusahaan dapat melakukan PHK jika pekerja melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama (PKB).

“Dalam Pasal 61 itu disebutkan, perusahaan wajin memberikan surat peringatan sampai 3 kali berturut-turut atau sampai SP 3 (Surat Peringatan ke-3), sebelum melakukan PHK,” jelasnya.

Pada kasus PHK di PT TUMS, lanjut Edwar, tujuh sopir yang merupakan karyawan PT TUMS sama sekali tak pernah mendapat SP.

“Perusahaan tak pernah menerbitkan SP1 apa lagi SP3, jadi main PHK saja. Ini menyalahi Undang-Undang,” kata Edwar.

Menurut Edwar, DPRD Kepahiang perlu menjadwalkan pemanggilan terhadap manajemen PT TUMS. “Kita akan jadwalkan supaya dipanggil. PT TUMS tak bisa seperti itu, sudah mengambil dari Kepahiang, tak memberikan kontribusi apa-apa, lalu masyarakat sekitar malah main PHK saja,” tandasnya.

Untuk diketahui, PT TUMS merupakan perusahaan pengelola teh ulung. Perusahaan teh ini merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Taiwan. Produk teh ulung PT TUMS tak akan pernah dijumpai di pasar domestik, karena biasanya langsung diekspor ke Taiwan. Tiba di Taiwan, teh asal Kepahiang itu diberi merek Taiwan Ooloong Tea.(pid)

Banner BKD Kepahiang



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.