Pekerjaan Harusnya Berakhir 13 Oktober, TP4D Datangkan Ahli Audit Pembangunan Masjid Agung

Oktober 22, 2018
Featured Hukum 0   167 views 0
Audit TP4D Masjid agung

Ketua TP4D Kejari Kepahiang Arya Marsepa SH saat memberikan keterangan pers terkait progres pembangunan Masjid Agung Kepahiang (Foto: Koko/PROGRES KEPAHIANG)

PROGRES.ID, KEPAHIANGTim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kepahiang mendatangkan ahli untuk mengaudit pekerjaan pembangunan masjid, karena seharusnya batas waktu pekerjaan telah berakhir sejak 13 Oktober 2018. Proyek pengerjaan tahap kedua ini menelan anggaran APBD Kepahiang tahun anggaran 2018 mencapai Rp 4.691.950.000.

“Sesuai perintah pak Kajari, hari ini (Sabtu, 20/10/2018) kita datangkan ahli guna mengaudit keseluruhan pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana proyek,” terang Ketua TP4D Kejari Kepahiang  Arya Marsepa saat mendampingi ahli ke lokasi pembangunan Masjid Agung Kepahiang.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepahiang telah melakukan perpanjangan waktu pekerjaan hingga 50 hari kedepan dengan konsekuensi pembayaran denda oleh pelaksana proyek.

Pelaksana proyek masjid agung

Pelaksana proyek, Sri Wati (Foto: Koko/PROGRES KEPAHIANG)

“Kami terkendala mendatangkan bahan baku terutama besi serta banyaknya libur nasional. Tapi saat ini jumlah pekerja telah kami tambah hingga 60 orang. Serta kami lakukan pekerjaan lembur hingga malam hari. Kami yakin pekerjaan akan selesai hingga sampai batas waktu perpanjangan nanti,” terang  pelaksana proyek, Sri Wati.

Pantauan jurnalis, tidak terlihat Kepala Dinas PU Kepahiang atau pun PA,KPA, PPK dan konsultan pengawas yang ikut memantau ahli independen yang didatangkan oleh TP4D. Namun diketahui konsultan pengawas akhirnya datang sekitar pukul 14.00 Wib.

Tim audit

Tim ahli saat memeriksa proyek pembangunan Masjid Agung Kepahiang (Foto: Koko/PROGRES KEPAHIANG)

“Dinas PU hari ini tidak memantau pengujian dari ahli yang kami datangkan, padahal sudah ada pemberitahuan. Ya saya tegaskan agar dinas yang meminta pendampingan dari kami agar lebih memahami arti TP4D. Ini kok kebalikannya justru pelaksana proyeknya yang rutin konsultasi agar pekerjaan yang mereka lakukan dapat berjalan sesuai dengan kontrak yang mereka kerjakan,” tandas Arya.

Menurutnya, hasil pengujian dari ahli ini akan dirapatkan dengan Kajari guna mengambil langkah- langkah selanjutnya.

“Nanti hasil analisa ahli akan kita rapatkan guna menentukan langkah-langkah selanjutnya,” pungkas Arya.(koe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.