Pengembang Perumahan Wajib Laporkan Fasum dan Fasos

April 15, 2021
Berita Utama Humaniora 0   241 views 0
dendi

Kepala Bidang Aset Daerah Dendi, S.Sos (Foto: Istimewa/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Setiap pengembang perumahan wajib memenuhi dan melaporkan pembangunan  fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Selanjutnya fasum dan fasos ini bisa dicatat sebagai aset daerah dan dapat pelihara oleh daerah.

“Baik developer untuk perumahan subsidi atau tidak, wajib memenuhi fasum dan fasos. Ini harus dilaporkan ke Pemerintah Daerah agar kemudian dicatat sebagai aset. Bahkan bisa dipelihara daerah dengan memanfaatkan DAK (Dana Alokasi Khusus. Tentunya jika sudah melalui proses hibah ke pemerintah daerah,” ungkap Kepala Bidang Aset Daerah BKD Kepahiang, Dendi, Kamis (15/04/2021).

Dendi berujar, berdasarkan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 11 tahun 2008 tentang Pedoman Keserasian Kawasan Perumahan dan Permukiman, fasum dan fasos wajib disediakan pengembang setidaknya 30 persen dari total luas pembangunan dalam site plan.

“Fasum dan fasos dalam dalam aturan itu adalah seperti jalan penghubung, drainase, taman bermain, tempat ibadah seperti masjid atau musolah dan ruang terbuka hijau,” terangnya.

Dendi mengakui, saat ini Pemkab Kepahiang tengah menggodok Peraturan Bupati (Perbup) terkait hal ini fasum dan fasos ini.

“Drafnya sudah ada dan nanti akan disosialisasikan oleh instansi terkait. Kedepan, tentu saja akan kita rancang menjadi Perda,” pungkasnya.(pid)

 

Banner BKD Kepahiang



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.