Perhatikan, Ini Cara Coblos Surat Suara yang Benar

November 29, 2020
Berita Utama Hukum Politik 0   347 views 0
surat suara

Ilustrasi: Medcom.id

KEPAHIANG, PROGRES.ID – KPU Kabupaten Kepahiang mulai menyosialisasikan cara pencoblosan surat suara yang benar. Ini untuk menghindari banyaknya angka surat suara yang tidak sah dalam tahapan pemungutan suara.

Juru bicara yang juga Komisioner Divisi Sosialisasi dan Parmas KPU Kepahiang Supran Efendi menjelaskan, setelah mencuci tangan dengan sabun dan diperiksa suhu tubuh, calon pemilih akan diberikan surat suara dan dipersilakan memasuki bilik suara.

“Petugas KPPS akan memberikan dua lembar surat suara, yaitu surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati,” kata Supran.

Supran menjelaskan, calon pemilih dilarang membawa ponsel saat memasuki bilik suara dan juga tidak diperkenankan membawa alat coblos lainnya selain yang disediakan di bilik suara.

“Buka surat suara yang mana saja, lalu coblos di gambar calon, boleh gambar calon bupati atau calon wakil bupatinya. Atau coblos di gambar cagub atau cawagubnya. Itu sah,” ujar Supran.

Selain itu, lanjutnya, pemilih juga boleh mencoblos di nomor urut pasangan calon. “Mencoblos tepat di nomor urut juga boleh, itu sah juga,” imbuh Supran.

Terakhir, yang juga diperbolehkan dan dianggap sah adalah mencoblos di area di dalam kotak gambar pasangan calon.

“Di background gambar paslon, biasanya itu gambar bendera Merah Putih. Mencoblos di area itu juga sah, selama tidak keluar garis,” sambungnya lagi.

Yang Tidak Sah

Supran menjelaskan, mencoblos semua kolom gambar paslon tidak dianggap sah. Pilih salah satu saja yang dianggap sesuai dengan hati nurani pemilih.

“Misalnya, suka semua paslon, terus nyoblos di semua gambar, baik pasangan A atau pun B, itu tidak dibenarkan dan surat suara dianggap tidak sah,” ujar Supran.

Kemudian, mencoblos di luar garis atau di tengah-tengah antara kolom pasangan calon A atau B. “Nyoblos di tengah-tengah antara paslon 1 dan 2, itu tidak dibenarkan,” lanjutnya.

Supran berujar, pemilih juga tidak diperkenankan mencoret gambar paslon di bilik suara. “Surat suara tidak boleh dicorat-coret. Kalau itu dilakukan, maka surat suara dianggap tidak sah,” pungkasnya.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.