Petani: Cuaca Tak Menentu Sebabkan Produksi Kopi Turun

April 23, 2019
Berita Utama Perkebunan 0   672 views 0
Panen kopi

Petani kopi di Dusun IV Desa Taba Tebelet sedang memanen buah kopi (Foto: Koko/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Di Kabupaten Kepahiang saat ini sudah memasuki musim panen kopi. Sayangnya, akibat cuaca yang tak menentu menyebabkan hasil panen petani kopi berkurang. Rendahnya produksi kopi ini diperparah dengan harga kopi yang ikut anjlok.

“Biasanya harga kopi sekitar 20 hingga 22 ribu Rupiah, tapi saat ini harga kisaran Rp 17 ribu,” kata petani kopi Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang, Asmawi, Selasa ( 22/04/2019).

Ia juga mengatakan, hasil panen kopi miliknya saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Faktor cuaca yang tak menentu dituding menjadi penyebab penurunan hasil panen.

“Kalau normalnya untuk satu hektar biasanya panen lebih kurang satu ton, untuk tahun ini merosot juga, hanya mampu panen 500 sampai 700 kilo, ini karena faktor musim hujan, kadang mendadak panas,” keluhnya.

Menjemur kopi

Asmawi, petani kopi di Desa Taba Tebelet saat menjemur biji kopi (Foto: Koko/PROGRES.ID)

Senada, juga diungkapkan petani Taba Tebelet lainnya, Rosmeli. Menurutnya, faktor cuaca sangat memengaruhi produksi kopi.

“Agak kurang musim ini, soalnya hujan terus, kita juga masih kopi lama, bukan kopi sambung,” ujar Rosmeli.(koe)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.