Pinjam ke SMI Tak Mendesak, Tapi Cuma Andalkan APBD Pembangunan Lambat

Juli 10, 2018
Birokrasi Featured 1   182 views 0
Aan diwawancarai

Waka I DPRD Kepahiang Andrian Defandra, SE didampingi Anggota DPRD Agus Sandrilla, SH saat diwawancarai jurnalis di depan Kantor DPRD Kepahiang | Foto: Koko/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Wakil Ketua I DPRD Kepahiang Andrian Defandra mengakui jika mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tidak mendesak. Namun, jika hanya mengandalkan APBD saja, maka pembangunan infrastruktr akan lambat.

“Tentunya untuk pembangunan infrastruktur memang kurang, bukan tak bisa membangun. Tujuan Pemerintah Kabupaten Kepahiang ini kan untuk percepatan, supaya ada akselerasi pembangunan. Kami DPRD ini kan, melihat kalau tujuannya bagus untuk Kepahiang, ya kami setuju, cuma pembangunan tersebut harus dikaji ulang,” ungkap Andrian, Selasa (10/07/2018).

Dana pembangunan infrastruktur yang dialokasikan dari APBD untuk semua OPD hanya sekira Rp 170 Miliar, yang mayoritas berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Dengan hanya mengandalkan dana senilai itu, memang pembangunan infrastruktur terbilang kecil dan tidak memungkinkan untuk percepatan pembangunan.

“Untuk dana pembangunan (infrastruktur) di setiap OPD itu cuma Rp 170 Miliar. Nah Rp 170 Miliar itu di PU Rp 73 Miliar, nah itu kalau untuk pembangunan memang sangat kurang,” bebernya.

Baca Juga:

Ia menerangkan, item pembangunan infrastruktur yang akan dibangun dengan menggunakan dana pinjaman dari PT SMI harus berdasarkan persetujuan DPRD Kepahiang.

“Apa-apa yang mau dibangun dengan dana itu harus dibicarakan dulu dengan DPRD. Apakah yang diajukan ini bisa disetujui oleh DPRD?,” tegasnya.(koe)



One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.