Pinjaman dari PT SMI Rencananya Akan Dibangunkan 5 Insfrastruktur Jalan Ini

September 11, 2018
Birokrasi Featured 0   106 views 0
Hidayatullah Sjahid

Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid MM | Foto: Ist/PROGRES KEPAHIANG

PROGRES.ID, KEPAHIANG – Jika pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terealisasi, maka Pemkab Kepahiang akan membangun infrastruktur berupa jalan dan jembatan yang dinilai akan sulit terealisasi tanpa pinjaman. Pemkab Kepahiang sudah menyiapkan rencana pembangunan jalan tersebut, yang jumlahnya ada 5 item pembangunan.

Jalan yang akan dibangun dari dana pinjaman PT SMI itu yakni, hotmix dan jembatan (2 unit) di Jalan Komplek Perkantoran Pemkab Kepahiang-Perkebunan Teh Kabawetan, Kecamatan Kabawetan (Jalan eks Peda KTNA). Jalan ini memiliki panjang sekira 6 KM dengan lebar 6 meter. Dana yang dibutuhkan untuk ini adalah senilai Rp 29.009.513.000.

Kemudian, pembangunan jalan eksisting Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba. Jalan ini memiliki panjang sekitar 13 KM dengan anggaran yang diperlukan sekira Rp 20.872.635.000.

Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid mengatakan, untuk pembangunan jalan eksisting TWA Bukit Kaba, akan dibagi menjadi 4 bagian dengan panjang yang berbeda-beda.

Pembangunan jalan di eksisting TWA Bukit Kaba akan dibagi jadi 4 bagian. Panjangnya juga bervariasi, dana yang diperlukan untuk pembangunannya pun juga bervariasi,” kata Hidayat saat ekspose kepada DPRD Kepahiang, Sabtu (08/09/2019) lalu.

Baca:

Ia membeberkan, rincian jalan eksisting TWA Bukit Kaba yaitu, pertama untuk pembangunan ruas jalan hotmix Renah Kurung-Batu Bandung dengan panjang sekira 1,2 KM dan lebar 3 meter, dana yang dibutuhkan Rp 2.203.000.000. Kemudian, jalan hotmix ruas Warung Pojok-Air Punggur dengan panjang kisaran 2,6 KM lebar 3 meter, kisaran dana yang diperlukan Rp 4.420.336.000. Lalu, peningkatan jalan ruas Batu Bandung-Kepahiang Indah kisaran panjang 3,8 KM lebar 4 meter, biaya pembangunan yang dibutuhkan senilai Rp 8.763.286.000.

“Ruas jalan jalan Bandung Jaya-Pematang Air Les dengan panjang berkisar 4,5 KM dengan lebar 3 meter, membutuhkan dana Rp 5.486.013.000,” paparnya.

Ia juga mengekspose rencana peningkatan jalan Desa Muara Langkap-Cinto Mandi-Langgar Jaya-Damar Kencana. Jalan itu memiliki panjang sekitar 19,8 KM, lebar 4 meter, biaya yang diperlukan senilai Rp 21.303.493.000.

Jjalan TWA-Air Sempiang, panjang 1,5 KM, lebar 3,5 meter, biaya pembangunan yang diperlukan Rp 1.622.420.000 dan rehabilitasi/pelebaran jalan Simpang Kota Bingin-Batas Marga kisaran panjang 2 KM lebar 3,5 meter, dana yang dibutuhkan Rp 2.191.939.000.

“Jika pinjaman itu terealisasi, maka pembangunan jalan itu akan kita bangun dan pembangunan di Kepahiang akan terlihat dan merata. Ini juga akan mendongkrak sektor ekonomi lebih baik,” jelas Hidayat.

Untuk diketahui, Pemkab Kepahiang berencana merealisasikan pinjaman dana ke PT SMI dengan nilai Rp 75 Miliar  dengan bunga 6 hingga 7 persen. Pemkab Kepahiang berencana mengembalikan pinjaman itu dengan jangka waktu 3 tahun, mulai tahun 2019 dan lunas pada 2021.

Bupati Hidayat mengakui, kondisi APBD Kepahiang saat ini akan sulit melakukan percepatan pembangunan. Meminjam dana ke PT SMI merupakan slaah satu solusi melakukan percepatan pembangunan tersebut.(koe)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.