Politik Uang Bisa Dientaskan Hanya dengan Cara Ini

Desember 16, 2017
Berita Utama Politik 0   265 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Politik uang (money politic) pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) sudah menjadi masalah klasik dan selalu menjadi persoalan. Namun, money poitic ini dapat dientaskan dengan satu cara, yakni dengan menolaknya.

Money poitic bisa dihilangkan, yaitu dengan tidak mau menerimanya. Jika sudah tak ada yang mau, tidak ada lagi calon yang akan menggunakan cara ini,” kata Ketua Panwaslu Kepahiang, Rusman Sudarsono pada penutupan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam Rangka Pengawasan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019, di aula Hotel Puncak bersama para jurnalis dan Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kepahiang, Sabtu (16/12/2017).

Sebelumnya, pemateri diskusi dari Tim Asistensi Bawaslu Provinsi Bengkulu, Firnandes Maurisya menjelaskan, satu-satunya langkah Panwaslu mengantisipasi politik uang adalah dengan sosialisasi, meski hal tersebut tak banyak berdampak pada kenyataan di lapangan.

“Cuma bisa sosialisasi (untuk menekan politik uang). Kalau dibilang lips service mungkin salah juga, tapi cara yang bisa dilakukan Panwaslu kabupaten/kota hanya itu,” ucap Firnandes menjawab pertanyaan jurnalis Progres.id.

Rakor pengawasan

Rakor pengawasan Pemilu di aula Hotel Puncak

Baca Juga: Panwaslu Kepahiang: Pengawasan Pemilu Tak Hanya di Pundak Panwaslu

Sebelumnya, ia mengatakan juga money politic adalah perbuatan tak terpuji dan bisa dikenakan sanksi pidana.

“Sanksi politik uang bisa berujung pidana, tetapi jika terbukti memenuhi unsur-unsur yang ada pada regulasi Pemilu,” sampainya.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.