Prancis dan AS Tolak Kopi Robusta Kepahiang, Apa Sebabnya?

Oktober 30, 2016
Berita Utama Perkebunan 1   402 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Kopi robusta asal Kepahiang hingga saat ini belum mampu menembus pasar Eropa. Padahal, pada zaman pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, kopi Kepahiang sudah dikenal di Eropa, khususnya Belanda.

Sayangnya, saat ini kopi Kepahiang tak mampu bersaing dengan komoditas yang sama dari daerah lain. Bahkan, dua negara telah menolak kopi robusta asal Kepahiang. Apa sebabnya?

Menurut Asosiasi Gabungan Kelompok Tani (Agaptan) Genting Surian, sampel kopi Kepahiang telah dikirim ke dua negara di Eropa dan Amerika, yakni Prancis dan Amerika Serikat (AS). Hasilnya, dua negara ini menolak impor biji kopi Kepahiang.

Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel biji kopi kering asal Kepahiang, diketahui residu pestisida dalam biji kopi asal Kepahiang mencapai 3,8 miligram dalam  satu kilogramnya. Sedangkan standar pestisida yang diizinkan, hanya 0,1 miligram saja per kilogram.

“Kita pernah kirim sampel biji kopi robusta. Sampel itu kita kirim ke rekan kami di luar daerah, terus dia yang mengirimkannya ke luar negeri, karena dia sudah punya jaringan. Awalnya kita kirim untuk Prancis pada April lalu. Negara yang bersangkutan pun sebelum memutuskan mengimpor melakukan uji lab, hasilnya, residu kopi kita diambang batas,” ungkap Ketua Umum Gapoktan Genting Surian, Sumantri beberapa waktu lalu.

Kecewa dengan hasil laboratorium dari Prancis, lanjut Sumantri, Genting Surian kembali mengirim sampel ke AS. Sayangnya, hasil serupa masih ditemui dari labaoratorium AS.

“Kita lalu kirim ke AS, ternyata hasilnya sama saja. Dari hasil itu, tentu saja ini pelajaran bagi kita, petani kopi Kepahiang. Sudah saatnya kita mengurangi zat kimia untuk tanaman kopi, kalau bisa kita kedepan perbanyak penggunaan pupuk organik,” jelas Sumantri.

Secara kualitas cita rasa, sambung Sumantri, kopi Kepahiang cukup baik, bahkan secara nasional sudah diakui dalam sejumlah ajang kompetisi kopi.

“Kalau cita rasa dan kualitas, kopi Kepahiang itu sudah bagus. Tapi, permasalahannya, petani kita terlalu banyak menggunakan pestisida atau zat kimia,” demikian Sumantri.(pid)



One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.