Pria Asal Kepahiang Meninggal Usai Terjun dari Lantai 3 Pondok Indah Mall 2

Maret 12, 2019
Featured Peristiwa 1   11.1K views 1
pondok indah mall

Situasi pascakejadian APH melapompat dari lantai 3 Pondok Indah Mall II Jakarta Selatan (Foto: Medcom.id)

JAKARTA, PROGRES.ID – Seorang pria asal Kelurahan Pasar Ujung Kabupaten Kepahiang APH (40 Tahun) meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Senin sore, (11/03/2019).

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Telly Alvin berujar bahwa pria itu diduga melakukannya dengan sengaja atau bunuh diri.

“Iya memang benar tadi sore sekitar pukul 17.21 dari lantai 3 ke lantai dasar,” kata Telly Alvin di Rumah Sakit Pondok Indah, Senin (11/03/2019) dikutip dari TribunJakarta.com.

Akibat peristiwa itu, seisi mal mendadak heboh. Usai jatuh dan tubuhnya sudah di lantai dasar, APH masih bernyawa dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, dalam perjalan ke rumah sakit, APH sudah tidak bernyawa lagi.

“Korban sendiri di Mall. Saat dipanggil, istrinya berada di Bintaro, KTP pria itu Bengkulu asalnya. Kami masih mendalami motif korban kenapa tewas,” kata Kompol Telly dilansir Poskotanews.com.

Tinggalkan Pesan

surat korban

Surat APH (Sumber: PoskotaNews.com)

Sementara itu, dari berita Poskotanews.com lainnya  berjudul “Pria yang Terjun di Mal Pondok Indah 2 Tewas dalam Perjalanan ke RS” menyebutkan APH telah meninggalkan beberapa lembar surat sebelum peristiwa itu.

Salah satu tulisan berbunyi “Agusti Purnawan Love Eva Susanti Forever Mungkin dengan cara ini kamu percaya apa yang aku ucapkan selama ini,” tulisnya.

Pesan lainnya, “Karena aku orang miskin & jelek sehingga nyawa aku tidak ada artinya mukaku serem tapi hati & cintaku tak seburuk wajahku.”

“Permintaan terakhirku tak pernah ibu kabulkan, padahal bagaimana aku telah memberikan 2 orang mereka tak sejelek wajahku.. Andai aku diberi kesempatan terakhir aku pastikan bisa lebih baik lagi…” tulis di secarik kertas itu. “I Love You Ibu Ayah Sayang Ibu Hidup Mati Y Ibu Eva Susanti, ” pesan korban lainnya.

Meskipun sudah ada bukti sejumlah surat berisi pesan korban, Telly Alvin mengatakan masih mendalami motif kematian korban. “Masih dilidik,” kata Alvin, Selasa (12/3/2019).

Ia juga menambahkan bahwa korban sudah dibawa jenazahnya ke rumah duka oleh keluarga untuk disemayamkan. “Ya sudah dibawa keluarga,” paparnya.(red)



One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.