Protes Pemerintah, Warga Tebat Monok Blokir Jalan

April 26, 2016
Berita Utama Peristiwa 0   324 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Puluhan warga Kampung 1 Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang memblokir akses jalan lintas Bengkulu-Kepahiang dengan kayu dan ban bekas mulai sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (25/4/2016).

Pemblokiran itu adalah bentuk protes warga terhadap pemerintah karena tak kunjung memperbaiki saluran drainase di pinggir jalan tersebut. Setiap kali hujan deras turun, jalan dan sekitar 30 puluh rumah warga tergenang air.

Warga berharap dengan diblokirnya jalan itu, pemerintah mau mendengar aspirasi mereka. Akibat protes dengan cara memblokir jalan tersebut, kemacetan panjang pun terjadi. Dari arah Bengkulu dan sebaliknya dari arah Kepahiang, lalu lintas macet total hingga 3 Kilometer.

Anggota DPRD Kepahiang dari Partai Nasdem, Abdul Haris yang sempat ikut terjebak kemacetan pun akhirnya mendatangi warga dan mencoba bernegosiasi.

“Saya ikut dihentikan warga, kemudian saya coba dialog. Mereka ini rupanya hanya menginginkan Dinas PU (Pekerjaan Umum) dapat segera mengambil tindakan, agar jika hujan deras warga tak lagi kebanjiran,” ujar Haris.

Sementara itu, warga Kampung 1 Tebat Monok, Kenedi menjelaskan bahwa banjir kerap terjadi setelah dibangunnya saluran drainase. Drainase itu diduga dibangun asal-asalan sehingga tidak mengalirkan air secara optimal, namun justru memperparah keadaan.

“Sejak dibangun drainase itu, bukannya air malah lancar, tapi justru tempat kami ini malah sering kebanjiran. Yang membangun ini tidak benar, bagian hulunya lebih tinggi, gimana air mau ngalir. Jadinya, pas hujan deras, air dari drainase meluap ke rumah-rumah warga,” beber Kenedi.

Aksi pemblokiran jalan ini pun akhirnya berakhir sekitar pukul 17.25 WIB setelah aparat Kepolisian Polres dan Dinas PU Kepahiang bernegosiasi dengan warga. Dinas PU pun berjanji akan menindaklanjuti permasalahan tersebut.(koe)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.