PT Kandita Utama Mulai Perbaiki Pipa PDAM Bocor, Tapi Tetap Butuh…

November 1, 2018
Featured Lingkungan 0   138 views 0
Perbaikan pipa

Perbaikan pipa PDAM yang bocor mulai diperbaiki (Foto: Koko/PROGRES.ID)

PROGRES.ID, KEPAHIANG – PT Kandita Utama yang merupakan pelaksana pekerjaan pelebaran jalan Kepahiang-Kabawetan (Desa Bogor Baru–Kampung Bogor) mengaku siap memperbaiki kerusakan pipa PDAM akibat pengerukan tanah untuk pelebaran jalan.

Pelaksana Pekerjaan PT Kandita Utama Ikhsan menjelaskan, akibat pengerukan yang dilakukan pekerjanya, ada sekitar 5 titik pipa PDAM yang rusak. Untuk memperbaikinya, PT Kandita Utama tetap butuh bantuan teknisi PDAM Tirta Alami.

“Kami akan memperbaiki kerusakan pipa yang ada 5 titik itu, tapi kami tetap butuh bantuan PDAM   untuk memperbaikinya,” ungkap Iksan, Kamis (01/11/2018).

“Kami akan tetap melanjutkan pekerjaan. Supaya kami tidak mengulang kesalahan, kami bekerjasama dengan PDAM untuk mengawasi lokasi pipa yang posisinya tidak tertanam dalam. Intinya kita saling bantu, jangan sampai masyarakat terganggu dengan pembangunan ini,” jelas Ikhsan.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut, Zakaria menjelaskan perihal senada. Ia mengatakan saat ini sudah meminta bantuan teknisi PDAM Tirta Alami untuk memperbaiki kerusakan pipa.

“Kita melibatkan 6 orang dari PDAM agar lebih lancar, orang PDAM juga yang lebih paham. Sebenarnya, kami sulit mengontrol posisi pipa di mana yang ditanam dekat jalur pekerjaan kami. Yang jelas, agar masyarakat tidak terganggu kita akan perbaiki,” jelas Zakaria.

Pengerukan

Alat berat PT Kandita Utama saat melakukan pengerukan untuk pelebaran jalan Kepahiang-Kabawetan (Foto: Koko/PROGRES.ID)

Menurut Zakaria, sebenarnya pihaknya tidak memiliki kewajiban memperbaiki kerusakan pipa PDAM yang terkena pengerukan, namun, karena berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, maka harus ditanggulangi.

“Sebenarnya secara instansi kami tidak wajib memperbaikinya. Tapi demi pembangunan daerah dan demi masyarakat, kita memang harus bekerjasama, baik kami dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, pihak rekanan, dan PDAM Tirta Alami Kepahiang. Kita harus sama-sama mencari solusi terbaik,” pungkas Zakaria.(koe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.