Ramai Soal Pin Emas Dewan, Bagaimana di DPRD Kepahiang?

Agustus 27, 2019
Berita Utama Birokrasi 0   267 views 0
Pin emas

Ilustrasi: Progres.ID

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Pin emas anggota legislatif menjadi salah satu topik perbincangan yang trending di jagat maya. Ini setelah anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak pemberian pin emas tersebut.

Lalu bagaimana dengan anggota DPRD Kepahiang?

Di parlemen Kabupaten Kepahiang, tidak ada masalah berarti dengan pin emas tersebut. Pengadaan pin emas bagi anggota DPRD berjalan lancar dan tidak ada penolakan dari anggota dewan apa lagi dari warga.  Sejak periode pertama DPRD Kepahiang berdiri, penolakan tidak pernah ada, meski disebut-sebut sebagai pemborosan anggaran daerah.

Berdasarkan informasi yang dilansir Progres.ID dari situs Sirup LKPP, Sekretariat DPRD Kepahiang mengalokasikan dana sebesar Rp 234 Juta. Anggaran senilai itu untuk mengadakan 250 gram pin emas untuk 25 anggota dewan dan 10 gram sebagai cadangan untuk anggota dewan Pergantian Antar Waktu (PAW). Sehingga total yang dibeli oleh Sekretariat DPRD sebesar 260 gram. Masing-masing anggota dewan diberi satu pin emas dengan berat 10 gram.

Penyematan pin

Staf ahli Gubernur Bengkulu Muslih Z saat menyematkan pin kepada anggota DPRD yang baru saja diambil sumpahnya (Foto: Istimewa/PROGRES.ID)

Pin emas ini sudah diberikan kepada anggota DPRD Kepahiang yang telah diambil sumpahnya pada Sabtu (24/08/2019) lalu di ruang sidang paripurna DPRD Kepahiang. Namun, beberapa waktu sebelum pengambilan sumpah digelar, Plt Sekretaris DPRD Kepahiang, Roland Yudhistira mengatakan, pengadaan pin emas belum tuntas dilakukan karena faktor harga emas yang terus meningkat.

Sekretariat DPRD kala itu menyebut, saat pengambilan sumpah, 25 anggota DPRD periode 2019-2024 akan disematkan pin replika.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.