Sebelum Terbitkan Permendagri Tapal Batas RL-Kepahiang, 2 Titik Ini Akan Dicek Ulang

Agustus 5, 2020
Berita Utama Hukum 0   321 views 0
Wawancara Zamzami Z

Sekretaris Daerah Pemkab Kepahiang Zamzami Zubir, SE, MM saat diwawancarai jurnalis (Foto: Koko/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan bertandang ke Curup, Rejang Lebong yang dijadwalkan pada Kamis (06/08/2020). Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang Zamzami Zubir, salah satu bahasan Mendagri Tito adalah terkait tapal batas dan pengoperasian Rumah Sakit di Jalan Dua Jalur, Kelurahan Durian Depun, Merigi.

“Bupati Rejang Lebong juga sudah mengundang kita (Pemkab Kepahiang) untuk datang ke Rejang Lebong besok dalam rangka pertemuan dengan Mendagri, peresmian pemanfaatan Rumah Sakit Jalur Dua, dan peresmian mobil BSL, yang untuk cek sampel swab itu,” ungkap Zamzami, Rabu (05/08/2020).

Terkait tapal batas Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong, sambung Zamzami, telah ada kesepakatan dan mengacu kembali ke Undang-Undang tentang pembentukan Kabupaten Kepahiang dan Lebong. Meski demikian, tetap ada penegasan kembali dari Kemendagri.

“Kita sudah rapat di Kemendagri, bersama Biro Pemerintahan Provinsi Bengkulu, Pemkab Rejang Lebong dan Pemkab Kepahiang serta BPN Provinsi Bengkulu. Jadi kita sebenarnya sudah ada kesepakatan soal tapal batas. Pertama, yaitu batas yang menyangkut posisi Rumah Sakit Jalur Dua. Nah, untuk posisi RS Jalur Dua ini kita kembali ke Undang-Undang Nomor 39 tentang pemekaran, yaitu Rumah Sakit Jalur Dua posisinya di Kabupaten Kepahiang,” terang Zamzami.

Zamzami menerangkan, masih perlu ada cek ulang titik kartometrik (TK) 14 dan 15 di Desa Warung Pojok.

“Perlu ada pengecekan kembali, jangan sampai ada rumah warga terbelah, satunya di Rejang Lebong, sebelah lagi Kepahiang. Itu jangan sampai terjadi. Persil masyarakat terbelah. Makanya perlu ada pengecekan sedikit,” imbuhnya.

Zamzami berujar, sebelumnya sudah pernah dicek dan dinyatakan sudah pas. Namun, untuk lebih meyakinkan lagi, perlu ada cek ulang terhadap TK itu.

“Sebenarnya sudah pas, namun dari pihak Kemendagri mengatakan perlu ada pengecekan kembali. Pada rapat tadi menyebutkan, sebelum Permendagri tentang tapal batas ini keluar, perlu ada pengecekan,” ujar Zamzami.(koe/red)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.