Seputar Pemilu 2019, 2 Pertanyaan Ini Masih Sering Muncul di Masyarakat

Mei 3, 2018
Featured Politik 0   508 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 akan digelar kurang dari 1 tahun lagi. Penyelenggara Pemilu pun tengah gencar melakukan sosialisasi, terutama KPU.

Sejumlah tahapan Pemilu pun sudah digelar dan masyarakat pun bersiap menyambut Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Namun, sebagian masyarakat masih saja ada yang bingung seputar Pemilu 2019.

Apa saja pertanyaan yang masih sering muncul di masyarakat seputar Pemilu 2019?

Pertama, mengapa Pemilu 2019 disebut Pemilu serentak? Siapa yang dipilih serentak saat Pemilu 2019?

Ketua KPU Kepahiang Ujang Irmansyah menjelaskan, Pemilu Serentak 2019 adalah Pemilu pertama yang menyerentakkan pemilihan legislatif (pileg) sekaligus memilih presiden dan wakil presiden (Pilpres).

“Pemilu 2019 kita akan memilih calon legislatif, mulai dari tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan juga DPD. Selain itu, kita juga langsung memilih presiden dan wakil presiden. Makanya, Pemilu 2019 disebut Pemilu Serentak,” kata Ujang, Kamis (03/05/2019).

Pertanyaan berikutnya yang masih sering muncul, yakni soal nomor urut partai politik. Sebagian masyarakat masih bingung, mengapa Partai Bulan Bintang (PBB) dan PKP Indonesia mendapat nomor urut 19 dan 20, sementara 14 parpol lainnya berurutan.

Parpol Peserta Pemilu 2019

“Parpol nasional yang menjadi peserta Pemilu 2019 telah diputuskan berjumlah 16 partai. PBB dan PKPI berada pada urutan terakhir karena ada 4 partai lokal di Aceh yang mendapat nomor urut 15 hingga 18. Sekedar diketahui saja, partai lokal di Aceh itu adalah Partai Aceh nomor urut 15, kemudian 16 Partai Sira, 17 Partai Daerah Aceh dan nomor 18 Partai Nangroe Aceh,” jelas Ujang.

PBB dan PKP Indonesia, lanjut Ujang, mendapatkan nomor urut belakangan setelah KPU RI menetapkan 14 parpol dan 4 parpol lokal Aceh.

“PBB dan PKPI menjadi peserta Pemilu setelah melalui tahap gugatan hukum ke Bawaslu dan Pengadilan Tata Usaha Negara. Setelah itu, barulah dua parpol ini diberi nomor urut. Yang disosialisasikan di luar Aceh tentu 16 parpol yang dua paling akhir nomor urutnya tidak berurutn,” terangnya.

Ujang mengingatkan masyarakat Kepahiang yang memiliki mata pilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

“Pastikan Anda memilih pada Pemilu 2019, karena dengan pemilih berdaulat, negara kuat,” pungkas Ujang.(pid)



Promosi BKD kepahiang
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.