Soal Larangan Acara Musik, Pengusaha Hiburan Berencana Temui Bupati

Agustus 13, 2020
Berita Utama Humaniora 0   330 views 0
Kru membereskan

Tampak seorang kru grup musik membereskan peralatan usai pertunjukan (Foto: Rian S/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Pengusaha musik dan organ tunggal berencana menemui Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid terkait larangan pertunjukan musik dan hiburan di pesta pernikahan atau acara lainnya.

“Ya, itu memang benar (menyampaikan keluhan ke bupati). Mungkin ketua organisasi kami akan menemui Pemerintah Kabupaten Kepahiang untuk membahas masalah tidak diperbolehkannya acara organ tunggal atau acara musik,” ungkap salah seorang pimpinan grup musik pertunjukan, Riski saat diwawancarai pada Kamis (13/08/2020).

Terkait jadwalnya, organisasi pengusaha organ tunggal dan grup musik akan membicarakannya lebih lanjut.

“Nanti kita jadwalkan, jika tidak mungkin akan disampaikan kepada yang terkait atau secara tertulis,” imbuh Rizki.

Penampilan grup musik

Penampilan salah satu grup musik di sebuah acara (Foto: Dok. Rian/PROGRES.ID)

Sebelumnya, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepahiang Taufik menegaskan, saat ini Gugus Tugas sudah menerbitan surat edaran (SE) baru tentang larangan menggelar hiburan musik.

“Kita sudah buat surat edarannya, tapi bulum dipublikasikan. Dalam surat itu ada larangan tidak boleh menggelar hiburan musik dan lainnya yang intinya sulit diterapkan jaga jarak (physical distancing),” jelas Taufik yang juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepahiang, Selasa (11/08/2020) di teras gedung DPRD Kepahiang.

Ia juga menegaskan, dalam SE itu juga meminta pembuat acara harus membuat surat pernyataan kesanggupan menyelenggarakan kegiatan dengan protokol kesehatan, serta di oleh camat dan kapolsek setempat.

“Acara harus pakai protokol kesehatan, kursi tamu harus berjarak, tidak boleh rapat, pemilik acara menyediakan masker jika ada tamu yang tidak mengenakan masker,” imbuhnya.(cj1/red)

 

Pewarta: Rian Saputra
Editor: Mukhtar Amin

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.