Soal Rencana Pinjaman Rp 100 M, Ketua Bapemperda: Demi Masyarakat Harus Didukung

Juni 8, 2018
Featured Hukum 0   854 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kepahiang, Rica Dennis menyebut rencana Bupati Hidayattullah Sjahid untuk mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) harus didukung.

“Saya kira harus kita dukung. Dengan dana Rp 100 Miliar banyak hal yang bisa dilakukan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, agar masyarakat lebih sejahtera. Pembangunan infrastruktur juga bisa lebih cepat selesai, tanpa harus dianggarkan setiap tahunnya,” kata Rica, Jumat (08/06/2018).

Dengan dana Rp 100 Miliar itu, lanjutnya, diharapkan bisa ada keuntungan Pemkab Kepahiang dengan mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

rica dennis

Rica Dennis, S.Si, M.Si | Foto: Dok. PROGRES KEPAHIANG

“Selama itu untuk pembangunan infrastruktur guna mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, kenapa tidak. Lebih baik lagi jika dana Rp 100 Miliar ini bisa memberikan PAD bagi pemerintah daerah, contoh pembangunan infrastruktur untuk pabrik kopi yang nantinya bisa dikelola oleh BUMD. Sehingga dana Rp 100 Miliar tersebut juga bisa dinikmati masyarakat. Dengan adanya pabrik kopi di Kepahiang maka harga kopi bisa stabil. Atau pembangunan infrastruktur untuk obyek wisata yang nanti dikelola oleh BUMD termasuk di dalamnya pembangunan hotel,” papar politisi Golkar Kepahiang ini.

Baca:

Rica menerangkan, banyak hal yang bisa dicapai dengan ketersediaan dana Rp 100 Miliar.Tak hanya  percepatan pembangunan infrastruktur dan meraup PAD, namun juga bisa membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Atau bisa juga pembangunan infrastruktur untuk industri kecil (UMKM) bidang pertanian dan perkebunan. Atau pembangunan dan pembukaan jalan ke seluruh wilayah perkebunan kopi agar ongkos angkut kopi menjadi murah, sehingga pendapatan petani menjadi tinggi. Ini salah satu contoh saja,” sampai Bendahara DPD II Golkar Kepahiang ini.

Ia mengingatkan, harapannya penggunaan dana pinjaman tersebut bukan hanya menjadi proyek infrastruktur mercusuar kepala daerah, tapi membangun sesuatu yang hasilnya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Agar masyarakat lebih sejahtera, harapannya penggunaan dana pinjaman tersebut bukan hanya menjadi proyek infrastruktur mercusuar kepala daerah, tapi bersentuhan langsung dengan masyarakat,” lanjutnya.

Meski demikian, sambungnya, Pemkab Kepahiang perlu merinci penggunaan dana Rp 100 Miliar yang akan dipinjam

“Perlu dirinci untuk apa saja? Karena dana pinjaman ini berbunga yang dibayar dengan dana APBD. (koe)



Promosi BKD kepahiang
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.