Soal SDM, Ini Pertanyaan dan Jawaban Cabup Hidayattullah Sjahid pada Debat Kandidat

November 4, 2020
Berita Utama Politik 0   416 views 0
Cabup cawabup nomor 2

Cabup dan cawabup Nomor urut 2 Hidayattullah Sjahid-Zurdi Nata saat debat kandidat terbuka di guest house Kepahiang (Foto: Riansa/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Pada debat kandidat terbuka yang diselenggarakan KPU Kabupaten Kepahiang pada Rabu malam (04/11/2020), Calon Bupati Kepahiang nomor urut 2 Hidayattullah Sahid diberi pertanyaan tentang peningkatan SDM.  Berikut pertanyaan dan jawabannya.

Pertanyaan:

Misi pertama Anda dan pasangan Anda adalah mengembangkan sumber daya manusia Kabupaten Kepahiang yang sehat, cerdas, terampil dan produktif, yang dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Sementara itu, data BPS memperlihatkan rata-rata lama sekolah Kabupaten Kepahiang tahun 2018 adalah 7,92, rerata provinsi 8,61 Persen. Jumlah pekerja berpendidikan S1 ke bawah adalah 69 Persen dan IPM 67,14, IPM Provinsi 70,64.

Apa strategi yang Anda tawarkan untuk mengatasi masalah sumber daya manusia yang rendah tersebut?

Jawaban Calon Bupati Nomor Urut 2 Hidayattullah Sjahid:

Ada 2 SDM, pertama SDM birokrasi dan dua, SDM masyarakat. SDM birokrasi ditingkatkan melalui reformasi birokrasi. Mulai dari rekruitmen, pendidikan, pelatihan, penempatan, tour of duty, mutasi dan demosi.

Sedangkan SDM masyarakat, tentunya diperlukan pelatihan-pelatihan, vokasi, untuk penyuluh, petani, pembudidaya ikan dan sebagainya. Kalau kita melihat IPM kita (Kabupaten Kepahiang), di tahun 2019 ini ada 67,67. Sementara di provinsi 71. Ini ada kenaikan kalau kita lihat dari 2016, IPM kami masih 66,6. Artinya memang perlu alokasi dana yang lebih besar untuk SDM ini. Dan ini sejalan dengan tema nasional, Musrenbang nasional adalah meningkatkan sumber daya manusia, setelah tahun lalu (menggenjot) infrastruktur.

Jadi, alokasi dana untuk pelatihan, baik pelatihan SDM (birokrasi) maupun SDM masyrakat perlu dialokasikan lebih banyak, terutama untuk mengejar ketertinggalan kita dan pengetahuan, kapasitas kita, kompetensi masyarakat kita dibidang pertanian khususnya, dan juga kompetensi dibidang birokrasi.

Oleh karena itu kedepan, harus ada alokasi yang signifikan, untuk alokasi dana pendidikan, baik itu pendidikan masyarakat maupun pendidikan bagi birokrasi itu sendiri. Sehingga akan ditemukan jalan kearah perbaikan SDM tersebut.

(cj1/red)

tata cara pencoblosan



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.