Tak Punya Dasar Manfaatkan Bangunan dari Pemkab, Panitia Al-Huda Pugar Masjid Lama

Februari 18, 2019
Featured Hukum 0   394 views 0
Arbi Dusun Kepahiang

Arbi, S.IP

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Panitia Pembangunan Masjid Al Huda Kelurahan Dusun Kepahiang mulai memugar masjid dan telah merancang desain baru. Padahal, Pemkab Kepahiang sudah membangun bangunan yang diperuntukkan untuk mengganti tempat beribadah umat Islam Kelurahan Dusun Kepahiang tersebut sejak  tahun 2012.

Ketua Pantia Pembangunan Masjid Al-Huda Kelurahan Dusun Kepahiang, Arbi menuturkan, pengurus masjid tidak berani menggunakan bangunan itu, karena tidak ada kejelasan sejak bertahun-tahun.

“Saya tegaskan, kami bukan tidak mau memanfaatkan masjid itu, tapi dasar kami memanfaatkannya itu tidak ada. Kami sudah lama menunggu dan tidak ada kejelasannya seperti apa,” tutur Arbi saat dihubungi Progres.id, Senin (18/02/2019).

Ia berujar telah berkoordinasi dengan Pemkab Kepahiang melalui Bagian Pemerintahan Umum dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kepahiang.

“Saya sudah temui Kabag Pemerintahan Iwan Zamzam, katanya sudah ada sertifikatnya dan sertifikatnya sudah diserahkan ke Depag (Saat ini Kemenag Kepahiang). Nah, pihak Depag sangat mau meneyerahkannya ke kelurahan kami, tapi fisik bangunannya belum ada dasar penyerahannya, saya juga sudah ketemu Idris (Kabag Kesra), tapi solusinya belum ada,” ujar Arbi.

Ia menambahkan, setelah melalui musyawarah bersama tokoh agama dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Huda, akhirnya mereka memutuskan belum akan memanfaatkan bangunan yang telah disiapkan Pemkab Kepahiang itu.

“Kita tunggu kemarin Desember 2018. Pas sudah lewat, kita putuskan memugar masjid yang kami gunakan saat ini dengan dana seadanya. Kami pun sekarang sangat butuh dana bagi yang mau mendermakan rezekinya di jalan Allah untuk pembangunan masjid kami ini, kami sangat berterimakasih,” jelas Arbi.

Akan Dijadikan Bangunan Pemkab Untuk TPQ

Jika Pemkab Kepahiang merealisasikan hibah bangunan tersebut kepada Kelurahan Dusun Kepahiang, Arbi mengatakan akan memanfaatkannya.

“Kalau nanti ujung-ujungnya jadi dan kepastian hukumnya jelas diberikan ke kami, pastinya akan kami gunakan untuk kegiatan ibadah, bisa jadi untuk TPA atau TPQ (Tempat Pendidikan Al-Qur’an), namanya mungkin Al Huda 2, kami tidak akan gunakan untuk gedung serbaguna atau tempat disko bukan. Soalnya tanahnya itu kan tanah hibah, kami sangat menghargai yang menghibahkan tanah itu, agar pahalanya mengalir, tentu harus dimanfaatkan untuk ibadah,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Kepahiang telah membangun masjid yang rencana awalnya untuk merelokasi masjid Al Huda saat ini. Bangunan itu dibangun pada tahun 2012 dan sempat terbengkalai. Pengurus Masjid Al Hudatidak berani memanfaatkan karena tidak pernah ada penyerahan dokumen apapun sebagai dasar bagi pengurus      masjid memanfaatkan bangunan tersebut.(pid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.