Tinjau Jalan Provinsi yang Amblas di Taba Sating, Ketua DPRD Desak Pemprov Perbaiki

Maret 16, 2020
Berita Utama Birokrasi 0   401 views 0
Windra Purnawan SP

Ketua DPRD Kepahiang, Windra Purnawan, SP menjelaskan jalan provinsi yang rusak sudah selayaknya menjadi prioritas DPRD Provinsi Bengkulu dapil Kabupaten Kepahiang untuk diaspirasikan (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Windra Purnawan, SP mendesak Pemprov Bengkulu memperbaiki jalan milik provinsi di Kabupaten Kepahiang yang rusak. Ia juga meminta anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil Kabupaten Kepahiang untuk memperjuangkan perbaikan tersebut.

Ini ditegaskan Windra yang juga didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rudi Andi Sihaloho saat meninjau badan jalan yang amblas di Jalan Kepahiang-Pagar Alam Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai, Senin (16/03/2020).

“Akibat kondisinya seperti ini, jalan jadi menyempit, padahal jalan ini merupakan akses satu-satunya dari dan menuju Kepahiang. Kita minta wakil rakyat di DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kepahiang segera menanggapi persoalan ini dan mendesak Pemprov Bengkulu menyelesaikan masalah ini, karena ini membahayakan para pengguna jalan” tegas Windra.

Windra menjelaskan, Pemkab Kepahiang tidak bisa melakukan perbaikan jalan tersebut, pasalnya jalan itu merupakan wewenang Pemprov Bengkulu. Namun, Pemkab Kepahiang dapat melakukan komunikasi dan koordinasi agar ada tindak lanjut dari Pemprov Bengkulu.

“Pemkab Kepahiang tidak bisa melakukan perbaikan, karena ini merupakan kewenangan provinsi. Sebelum memakan korban, kami minta Gubernur segera melakukan perbaikan terhadap aset-aset provinsi di Kabupaten Kepahiang, salah satunya jalan yang rusak ini. Hari ini sengaja kita ajak Kepala Dinas PU untuk segera bersurat ke provinsi, agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti” jelas Windra.

Terkait fasilitas umum milik Pemprov Bengkulu yang rusak, Windra mengaku dapat informasi dari warga di sejumlah tempat.

“Selain ini, ada laporan warga juga soal aset provinsi yang rusak, seperti drainase di Desa Permu, Desa Imigrasi Permu, bahkan sering mengalami kebanjiran kalau hujan turun. Kemudian pembatas jembatan Dusun Kandang Baru-Lubuk Saung yang bertahun-tahun belum ditindaklanjuti,” terangnya.(adv/pid)

Logo Warta Parlemen Kepahiang



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.