Zakat Fitrah di Kepahiang Ditetapkan Tertinggi Rp 33 Ribu Terendah Rp 24 Ribu

April 22, 2021
Berita Utama Hukum 0   235 views 0
Ilustrasi zakat fitrah

Sumber: nu.or.id

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Besaran zakat fitrah tahun 1442 H/2021 ini  telah ditetapkan pada rapat yang digelar oleh Pemkab Kepahiang, Kantor Kemenag, MUI, Baznas dan organisasi Islam, Kamis (22/04/2021).  Berdasarkan rapat tersebut, zakat fitrah ditetapkan sebanyak 2,75 Kg atau jika diuangkan menjadi Rp 33 Ribu untuk yang tertinggi, sedang Rp 29 Ribu dan terendah Rp 24 Ribu.

“Hasilnya tadi, ditetapkan untuk beras atau makanan pokok 2,75 Kg. Ingat ya, bukan 2,5 Kg. Kalau pakai canting, banyaknya 11 canting. Kalau diqimatkan dalam bentuk uang ada 3 kategori pembagiannya. Untuk warga yang biasa makan sehari-hari pakai beras bagus kualitas 1, besarannya Rp 33 Ribu per jiwa. Untuk kualitas II Rp 29 Ribu dan paling rendah kualitas III Rp 24 Ribu,” ungkap Ketua MUI Kabupaten Kepahiang, Ustadz Rabiul Jayan saat dikonfirmasi jurnalis Progres.id, Kamis (22/04/2021).

Ia juga mengingatkan kepada amilin (panitia zakat) dan muzaki (orang yang berzakat) untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat melakukan pengumpulan zakat.

“Harus diingat, protokol kesehatan harus diterapkan oleh amilin maupun muzaki,” imbaunya.

Berdasarkan rapat tersebut, telah pula diterbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: B- /Kk.07.08.2/BA.03.2/4/2021 tentang Hasil Rapat Penentuan Qimat Zakat Fitrah Tahun 1442 H/2021 M.  Terdapat 5 poin keputusan dalam rapat tersebut tentang zakat fitrah di Kabupaten Kepahiang. Adapun 5 poin keputusan itu, yakni:

  1. Zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,75 Kg per jiwa 11 canting
  2. Kualitas beras atau makanan pokok sebagaimana tersebut dalam poin 1 di atas sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari.
  3. Qimat zakat fitrah jika diganti uang dibagi dalam 3 kategori: Kualitas I Rp 33.000 Kualitas 2 Rp 29.000 dan Kualitas 3, Rp 24.000/ jiwa.
  4. Zakat fitrah ditunaikan sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri
  5. Panitia pengumpul zakat dan muzakki wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

(pid)

Banner BKD Kepahiang



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.