Agar Kuota Solar Ditambah, DPRD Kepahiang Minta Disdagkop Surati BPH Migas

September 18, 2019
Ekonomi Humaniora 0   294 views 0
Ketua sementara

Ketua Sementara DPRD Kepahiang, Windra Purnawan memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para sopir truk (pengguna solar) (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – DPRD Kepahiang meminta Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kepahiang untuk menyurati Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk penambahan kuota solar di Kabupaten Kepahiang.

Ini disampaikan Ketua Sementara DPRD Kepahiang Windra Purnawan saat akan menutup Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sopir truk, Disdagkop UKM dan manajemen SPBU COCO 24.391.33 Kepahiang atau SPBU Kelobak, Selasa (17/09/2019).

“Kepada Dinas Perdagangan pesan saya tolong berkirim surat ke BPH Migas untuk penambahan kuota bagi Kabupaten Kepahiang,” pinta Windra Purnawan.

Sebelumnya, Windra juga mengapresiasi para sopir truk untuk berdialog secara terbuka dan damai serta tidak melakukan unjuk rasa.

“Inilah yang diharapkan. Para supir ini hanya menyampaikan aspirasi yang menyangkut hajat hidup. Harapan kami ya seperti inilah, jika ada aspirasi sampaikan saja, tidak perlu pakai demo seperti daerah lain, kan solusinya juga akhirnya ketemu, Pak Alan (Manajer SPBU 24.391.33) tadi mengatakan bisa mengisi 60 Liter ke konsumen,” terang Windra.

Pengguna solar

Usai melakukan Rapat Dengar Pendapat, para supir truk berfoto bersama dengan pimpinan DPRD, manajemen SPBU COCO Kelobak dan Kabid Perdagangan Disdagkop (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

Pada pertengahan RDP, Manajer SPBU COCO 24.391.33 Kepahiang (PT Pertamina Retail), Alan B Kusuma mengakui ada pembatasan penjualan untuk solar bersubsidi. Pembatasan itu disebutnya sebagai realisasi permintaan BPH Migas yang meminta ada pembatasan penjualan.

“Kalau kami maunya solar ini cepat habis, tapi karena ada aturan dari BPH Migas ini, kami batasi. Kalau tidak kami taati, bisa-bisa kami yang dikenai sanksi. Jadi sebagai solusi sementara ini, kami siap bantu supir dump truck boleh mengisi solar sebanyak 60 liter per hari,” terang Alan.

Saat membuka RDP, salah seorang sopir truk Madi menyampaikan aspirasinya terkait sulitnya mendapatkan solar di SPBU yang ada di Kepahiang.

“Kedatangan kami bersama kawan-kawan ini ingin menyampaikan aspirasi. Kami ini tidak boleh membeli solar,  sedangkan kami tahu kalau solar itu ada di SPBU, kami mohon pak dewan untuk dapat mencarikan solusi,” sampai Madi.

Melansir, IDX Channel, BPH Migas mengakui ada kelebihan penggunaan solar bersubsidi sebesar 0,8-1,4 juta kilo liter. Untuk menjaga agar kuota subsidi tidak jebol, BPH Migas meminta pertamina untuk membatasi pembelian solar bersubsidi.(pid/prw)

Logo Warta Parlemen Kepahiang



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.