Berkebun, Cara Unik Kades Mekar Sari dan Istri Isolasi Mandiri

Mei 18, 2021
Marno Kades Mekar Sari

Kepala Desa Mekar Sari Marno dan istri (Foto: Dok. Pemdes Mekar Sari)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Marno. Kepala Desa Mekar Sari Kecamatan Kabawetan dan istrinya tak lagi berinteraksi dengan warga lainnya untuk beberapa waktu kedepan. Ia menghabiskan waktu di kebunnya dan bermalam di sana hingga hasil tes PCR berikutnya menyatakan ia dan istrinya sehat dari Covid-19.

Cara itu dipilihnya dari pada mengisolasi mandiri dengan berdiam di dalam rumah. Dengan berkebun, Marno menganggap akan lebih cepat sehat dan tubuhnya lebih bugar.

“Iya, kita isolasi mandiri, di kebun,” tulis Marno saat dihubungi via WhatsApp.

Aktivitasnya, lanjut Marno, disibukkan dengan merumput dan panen kopi. Bahkan, ia mengaku merasa sehat dan bugar.

“Lebih sehat di sini, panen, bersih-bersih kebun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang yang juga Jubir Satgas Covid-19 Tajri Fauzan berujar, Marno diketahui terjangkit Covid-19 setelah hasil tes PCR pada Rabu (12/05/2021) menyebutkan ia dan istri positif Covid-19.

“Hasil tes PCR menunjukkan yang bersangkutan (Marno) positif Covid-19,” ujar Tajri kepada jurnalis, Senin (17/05/2021).

Menurut Tajri, Marno terjangkit melalui klaster keluarga. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, menantunya meninggal dunia akibat Covid-19.

“Setelah menantunya meninggal dunia akibat Covid, kami melakukan tracking ke semua anggota keluarga dan siapa saja yang berinteraksi dengan almarhum. Beberapa diantaranya dinyatakan positif, termasuk Pak Kades dan istrinya,” terang Tajri.

Tajri berujar, Marno termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala). Pasalnya, Marno dan istri merasa mereka masih sehat dan tidak mengeluhkan sakit apa pun.

“Tidak ada keluhan atau gejala. Mereka isolasi mandiri dan jauh dari pemukiman warga,” jelas Tajri.

Ia menuturkan, banyak cara yang dilakukan pasien selama melakukan isolasi mandiri. Namun, bagi OTG, kata Tajri, biasanya lebih suka dengan cara banyak aktivitas.

“OTG lebih senang sambil beraktivitas, karena biasanya dia cepat bosan kalau isolasi mandiri dalam rumah. Kecuali dia ada gejala, tentu saja lebih banyak beristirahat di dalam rumah. Aktivitasnya tidak banyak, tetapi tetap dianjurkan, jika mampu. Untuk mempercepat kesembuhan,” terangnya lagi.

Tajri juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Kepahiang untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M (Membiasakan cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak).

“Meski sudah divaksin sekali pun, wajib menaati prokes. Ayolah bersama putus mata rantai covid ini dengan 3M. Ubah perilaku kita. Kan sudah setahun lebih pandemi ini, harusnya kita sudah terbiasa. Jangan lelah, jangan kendor 3M-nya,” Tajri mengingatkan.(pid)

Jaga Cagar Budaya



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.