Meski Rutin Operasi Yustisi, Masih Saja Warga Banyak Abai Prokes

Juni 5, 2021
Pelanggar protokol

Seorang pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi push up oleh petugas (Foto: Dok. Progres.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Kepala Satpol PP Kabupaten Kepahiang A Gani menyebut masih banyak warga Kabupaten Kepahiang yang enggan menaati protokol kesehatan 3M (Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak). Ini terbukti setiap kali digelar operasi yustisi, masih saja banyak warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan (Prokes).

“Setiap kali operasi yustisi kita gelar, masih saja banyak warga yang kedapatan tidak menaati prokes, utamanya memakai masker,” ungkap Gani, Jumat (04/06/2021).

Ia menuturkan, setiap pelanggar prokes yang didapati saat operasi yustisi diberikan hukuman ringan seperti diminta push up, menyapu jalan atau menyanyikan lagu wajib nasional.

“Saat operasi yustisi, mereka yang melanggar akan diberikan masker, tapi mereka kita hukum, push up, ada yang diminta nyapu jalan dan menyanyikan lagu wajib nasional,” imbuh Gani.

Menurut Gani mayoritas pelanggar prokes mengaku lupa membawa masker, terburu-buru dan ada pula yang tidak yakin virus Covid-19 berbahaya.

“Alasannya macam-macam ada yang lupa, ada pula tak perlu masker jika di atas kendaraan sendirian, ada pula yang tidak percaya. Ya macam-macamlah alasannya,” terang Gani.

Ia mengimbau, masyarakat Kabupaten Kepahiang selalu mematuhi protokol kesehatan 3 M. Pasalnya sejauh ini pandemi Covid-19 belum dinyatakan usai.

“Patuhi terus prokes 3M. Pandemi masih ada. Satu-satunya cara mencegah penularan Covid-19 ini adalah dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan membiasakan cuci tangan dengan sabun,” demikian Gani.(pid)

 

Banner BKD Kepahiang



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.