Reses di Kabawetan, Edwar Samsi Diminta Perjuangkan Bangun Jalan Hingga Jembatan

Oktober 31, 2019
Birokrasi Humaniora 0   196 views 0
Reses Edwar Samsi

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, S.IP, MM didampingi Camat Kabawetan Su’urdi, S.Sos saat menjaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Kabawetan (Foto: Dok. Edwar Samsi/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari dapil V (Kabupaten Kepahiang) Edwar Samsi menggelar reses (penjaringan aspirasi) di Kecamatan Kabawetan, Rabu (30/10/2019). Sejumlah aspirasi pemerintah desa dan masyarakat dari Kecamatan Kabawetan.

Kades Bandung Jaya Supri mempertanyakan jalan Bandung Jaya hingga perbatasan Kabupaten Rejang Lebong yang puluhan tahun belum jelas pembangunannya. Jalan tersebut merupakan jalan provinsi, sehingga kewenangan Pemprov Bengkulu untuk membangunnya.

“Kami mempertanyakan jalan Bandung Jaya sampai ke perbatasan Rejang Lebong. Ini sudah puluhan tahun belum juga selesai pembangunannya. Kami meminta Pak Edwar bisa memperjuangkan ini ke pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti,” ungkap Supri pada reses yang dihadiri 200-an peserta itu.

Menanggapi itu, Edwar mengaku akan menyampaikan aspirasi itu kepada Pemprov Bengkulu, terlebih lagi jalan itu merupakan salah satu akses masyarakat Kabawetan menuju Rejang Lebong.

“Ini harus dibangun, karena ini akses yang dibutuhkan masyarakat. Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah seharusnya membangun jalan ini, karena sudah puluhan tahun terbengkalai,” terangnya.

Edwar juga menerangkan, selain itu masyarakat juga meminta pembangunan pelapis tebing di jalan tersebut serta meminta Pemprov Bengkulu membangun drainase.

Edwar Samsi beri

Edwar Samsi, S.IP, MM memberikan bingkisan kepada peserta reses di akhir acara (Foto: Dok. Edwar/PROGRES.ID)

“Ada juga yang minta dibangun pelapis tebing, itu juga kewenangan provinsi karena berada di jalur jalan provinsi. Saya juga menerima aspirasi Kades Pematang Donok yang meminta dibangun drainase di jalan Kepahiang-Kabawetan. Itu kan di pinggir-pinggir jalan disemen, tapi ada tak ada drainase, Kadesnya menyampaikan itu agar air dan sampah-sampah kalau hujan tidak ke badan jalan,” terang Edwar.

Tak hanya itu, lajut Edwar, masyarakat meminta Pemprov Bengkulu membangun jembatan di Desa Kampung Bogor yang dinilai kurang layak.

“Terus masyarakat juga meminta pemerintah membangun jembatan di Kampung Bogor yang sudah menelan korban itu,” terangnya lagi.

Menurut Edwar, selagi ada fasilitas umum yang menjadi kewenangan Pemprov Bengkulu, maka kewajiban anggota DPRD Provinsi Bengkulu untuk memperjuangkannya agar direalisasikan oleh eksekutif.

“Selama itu kewenangan provinsi, maka sudah kewajiban kami (anggota DPRD Provinsi Bengkulu) untuk meperjuangkannya dan kewajiban provinsi merealisasikannya,” imbuh Edwar.

“Saya menerima aspirasi dari pemerintah desa dan masyarakat dari reses ini. Rencananya reses ini akan saya lanjutkan pada hari ini (Kamis, 31/10/2019) di Merigi dan Ujan Mas,” Edwar mengimbuhkan.

Reses ini dihadiri Camat Kabawetan Su’urdi, Ketua MUI Kepahiang H. Rabiul Jayan, Kepala Desa se-Kecamatan Kabawetan, perangkat agama dan sejumlah masyarakat Kecamatan Kabawetan.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.