Soal Pascabanjir Tanjung Alam & Air Hitam, Ini 7 Kesepakatan dengan Manajemen PLN

Desember 4, 2019
Berita Utama Humaniora 0   224 views 0
Kesepakatan pascabanjir

RDP yang berlangsung sekira 6 jam, akhirnya menghasilkan beberapa kesepakatan antara warga Desa Tanjung Alam dan Air Hitam dengan manajemen PLTA Musi (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – DPRD Kabupaten Kepahiang berhasil memasilitasi pertemuan perwakilan warga Desa Tanjung Alam dan Air Hitam dengan manajemen PT PLN (Persero) UIK Sumatera Bagian Selatan UPDK Bengkulu soal penanganan pascabanjir.

Kesepakatan itu dihasilkan setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kepahiang pada Rabu (04/12/2019). Setidaknya ada 7 Butir kesepakatan pada RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kepahiang, Windra Purnawan itu.

RDP berlangsung alot. Sejak dimulai pukul 10.00 WIB, baru tuntas menghasilkan kesepakatan pada pukul 16.30 sore.

Ada pun 7 poin yang disepakati itu yakni:

  1. Menunggu hasil studi banjir dan genangan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi di Desa Air Hitam dan Tanjung Alam serta rekomendasi tindak lanjut dalam mengurangi dari Universitas Bengkulu (UNIB).
  2. DPRD Kabupaten Kepahiang akan melaksanakan peninjauan bersama PT PLN (Persero) UIK Sumatera Bagian Selatan UPDK Bengkulu ke lokasi yang terdampak bencana sebagai dasar laporan untuk tindak lanjut relokasi pascabencana banjir.
  3. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam berita acara akan diatur lebih lanjut sambil menunggu hasil studi banjir dan genangan air DAS Musi dari UNIB, serta rekomendasi tindak lanjut genangan air di Desa Air Hitam dan Tanjung Alam dan hasil peninjauan lokasi bencana banjir sebagai dasar permohonan ganti untung Desa Tanjung Alam dan Air Hitam Kecamatan Ujan Mas, Kepahiang.
  4. PT PLN UIK Sumatera Bagian Selatan UPDK Bengkulu akan menindaklanjuti hasil RDPU.
  5. Masyarakat Desa Tanjung Alam dan Air Hitam serta desa yang terdampak bencana banjir di sepanjang DAS Musi bersedia menunggu hasil tindak lanjut RDPU dan menjaga kondusifitas masyarakat terdampak bencana banjir
  6. Hasil RDPU yang dituangkan dalam berita acara disepakati bersama dengan dibuktikan oleh tanda tangan daftar hadir.
  7. RDPU yang difasilitasi DPRD ini dihadiri oleh manajer PLN (Persero) UIK Sumatera Bagian Selatan UPDK Bengkulu Martin Wahyunus, Cecep Sumarlin, Iqbal Adi Putra, Kabid RR BPBD Hendri, ST, Kepala Desa Tanjung Alam Feri Marjono, Kades Air Hitam Arpan Fauzi dan Anggota DPRD Komisi I, II dan III serta perwakilan warga masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang.

Kades Tanjung Alam Feri Marjoni berharap kesepakatan yang telah disepakati bersama itu dapat direalisasikan. “semoga butir kesepakatan yang diperoleh dapat benar benar dilaksanakan,” ucap dia.

Ketua DPRD Windra Purnawan setelah menutup RDPU meminta masyarakat bersabar dan terus memperjuangkan semua aspirasi yang diharapkan. Windra juga memastikan DPRD dan Pemkab Kepahiang akan hadir dan terus mendampingi warga pascabencana banjir ini besar yang terjadi pada pertengahan 2019 tersebut.

“Derita bapak ,ibu adalah derita kami juga. Mari kita berjuang dan berusaha bersama dalam memperjuangkan aspirasi ini,” kata Windra.(pid/rls)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.