Abaikan Surat Edaran, Sejumlah Acara Resepsi Pernikahan Dibubarkan

  • Bagikan
Satgas Covid
Satgas Penanganan Covid-19 Kepahiang membubarkan acara resepsi pernikahan (Foto: Ist/PROGRES.ID)
Satgas Covid
Satgas Penanganan Covid-19 Kepahiang membubarkan acara resepsi pernikahan (Foto: Ist/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Kepahiang membubarkan acara resepsi atau pesta pernikahan di 4 lokasi di kawasan Kabupaten Kepahiang pada Minggu sore (27/12/2020).

Satgas yang membubarkan resepsi pernikahan ini terdiri dari anggota TNI-Polri, Satpol PP, BPBD dan Dinkes. Satgas Penanganan Covid-19 Kepahiang menilai pesta pernikahan sejauh ini sudah menyumbang banyak pasien covid-19 sehingga harus dihentikan dahulu untuk sementara waktu.

“Kita bubarkan dulu karena klaster pesta pernikahan ini sudah banyak emnyumbang pasien covid,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepahiang, Tajri Fauzan, Senin (28/12/2020).

Menurut Tajri, menggelar acara resepsi pernikahan atau acara lain yang mengumpulkan orang banyak atau kerumunan telah melanggar surat edaran bernomor 307/139/SATGAS-KPH/2020 tentang Pembatasan aktivitas Keramaian di Masyarakat Dalam Rangka Antisipasi Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Kepahiang.

“Berdasarkan surat edaran terbaru, yang namanya pesta nikah, aqikah, tabligh musibah tidak boleh. Tabligh musibah atau takziah boleh digelar, tapi keluarga inti saja,” terangnya.

Meski demikian, Tajri menjelaskan memang belum ada sanksi lebih lanjut bagi yang melanggar surat edaran itu dan protokol kesehatan 3M. Namun, orang yang mengglar kerumunan punya kewajiban membantu biaya penanganan orang yang terkena covid akibat kerumunan yang terjadi.

“Tidak ada sanksi yang spesifik ya, karena dasarr hukumnya kita belum punya. Tapi kami meminta yang menggelar hajatan hajatan harus membantu (biaya) penanganan yang kena covid akibat kerumunan yang dibuatnya,” jelas Tajri.

Ia juga mengingatkan, masyarakat untuk tidak mendatangi acara kerumunan dan menaati protokol kesehatan 3M.

“Patuhi protokol kesehatan 3M, membiasakan pakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menghindari kerumunan, baik itu pesta nikah, acara aqikah dan tabligh apapun, atau acara apa pun yang menimbulkan kerumunan,” demikian Tajri.(red)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.