Bantu Tekan Pandemi, PWI Kepahiang Bagi Masker ke Jemaah Masjid

Januari 15, 2021
Ketua pwi kepahiang

Ketua PWI Kabupaten Kepahiang Mukhtar Amin, S.Pd menyerahkan bantuan APD berupa masker dan hand sanitizer kepada Ketua DKM Masjid An-Nur Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang (Foto: Dok. PWI Kepahiang/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepahiang membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan hand sanitizer ke pengurus Masjid An-Nur Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang, Jumat (15/01/2021). Masker tersebut selanjutnya dibagikan kepada jemaah Masjid An-Nur yang menunaikan Salat Jumat.

“Sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat, kita bagi-bagi APD berupa masker ditambah hand sanitizer. Untuk yang pertama ini kita bagikan ke Masjid An-Nur Desa Taba Tebelet. Selanjutnya, akan kita bagikan ke masjid-masjid lain, terutama kepada jemaah yang ingin salat Jumat,” ungkap Ketua PWI Kabupaten Kepahiang, Mukhtar Amin.

Ia berujar, aksi tersebut juga sebagai salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap tanggal 9 Februari.

“Masa pandemi seperti saat ini tentu untuk menggelar kegiatan yang mengundang massa tidak bisa. Kita harus taat protokol kesehatan agar pandemi ini cepat berlalu. Makanya kegiatan yang kita lakukan menyambut HPN ini menyesuaikan dengan keadaan, yakni menggelar aksi sosial,” terang Amin.

Amin juga mengajak masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan agar tidak lagi ada penambahan kasus positif Covid-19.

“Angka kasus Covid-19 di Kepahiang dan umumnya di Provinsi Bengkulu terus meningkat. Untuk itu, mari terus taati protokol kesehatan 3M. Memakai masker, membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid An-Nur Dusun Kroya Desa Taba Tebelet Indra G Harianja, S.Pd menjelaskan, Masjid An-Nur adalah salah satu masjid yang konsisten menjalankan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah masjid kami sejauh ini konsisten menjalankan protokol kesehatan. Jaga jarak tetap dilakukan saat salat berjamaah. Stiker jaga jarak tetap ada untuk memberi tahu jamaah. Karpet tidak kami bentangkan, kami meminta jemaah yang membawa sajadah masing-masing dari rumah,” terang Indra.(rilis)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.