Safari Ramadan ke Dusun Kroya, Staf Ahli Sebut Pemekaran Desa Tak Semudah Dulu

Mei 11, 2019
Birokrasi Sosial 0   276 views 0
Penyerahan cinderamata

Staf Ahli Bupati M Taher SH mewakili Wabup Kepahiang menyerahkan cinderamata untuk Masjid An-Nur Dusun Kroya Desa Taba Tebelet kepada Imam Masjid An-Nur Ustadz Heriyanto (Foto: Dok. Masjid An-Nur)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Staf Ahli Bupati Kepahiang M Taher menjelaskan proses pemekaran desa tak semudah dulu. Menurutnya, syarat pemekaran desa saat ini lebih berat dan salah satunya dipicu karena setiap desa diberi Dana Desa (DD). Ini diungkapkan Taher saat safari Ramadan di Masjid An-Nur Dusun Kroya Desa Taba Tebelet, Kecamatan Kepahiang, Jumat (11/05/2019).

“Pemekaran desa tidak semudah dulu lagi. Kalau dulu diperdakan dulu, baru diregister. Kalau sekarang harus dapat nomor register dulu, baru bisa diperdakan, syaratnya juga sulit, desa harus berpenduduk minimal 4 ribu jiwa baru bisa memekarkan,” terang Taher.

Ia berujar, selain syarat itu, ada celah yang lebih mudah untuk memekarkan desa, yakni kesepakatan dua desa membentuk datu desa baru.

“Bisa juga, dua desa memekarkan satu desa baru, itu bisa diuapayakan,” jelas Taher.

Untuk diketahui, Desa Taba Tebelet memang pernah mengusulkan akan memekarkan desanya dan membentuk satu desa baru bernama Desa Kroya. Desa Kroya rencananya melingkupi wilayah Dusun IV desa tersebut. Pembahasan rencana pemekaran ini sudah dibicarakan di tingkat eksekutif dan legislatif.

Safari Ramadan, Silaturahmi Pemkab dengan Masyarakat

Safari Ramadan An Nur

Suasana safari Ramadan di Masjid An-Nur Taba Tebelet (Foto: Dok. Masjid An-Nur/PROGRES.ID)

Pada awal menyampaikan sambutan, Taher mengatakan bahwa safari Ramadan adalah salah satu kegiatan rutin yang dilakukan Pemkab Kepahiang untuk menyambung silaturahmi dengan masyarakat.

“Safari Ramadan ini adalah salah satu cara Pemkab Kepahiang bersilaturahmi dengan masyarakat. Ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun,” jelasnya.

Taher juga mengutarakan permintaan maaf karena Wakil Bupati Netti Herawati yang seharusnya hadir di Masjid An-Nur berhalangan hadir karena sedang sakit.

“Saya di sini mewakili Ibu Wabup yang seharusnya hadir, tapi beliau ada terganggu kesehatan sehingga meminta saya mewakili untuk hadir di masjid yang kita banggakan ini. Semoga ini tidak mengurangi arti silaturahmi kita,” sampainya yang juga menerangkan tentang program Pemkab Kepahiang tentang pariwisata dan slogan Maju Mandiri Sejahtera yang digagas pemerintahan Hidayattullah Sjahid dan Netti Herawati.

Hadir dalam Tim Safari Ramadan ke Masjid An-Nur Dusun Kroya Desa Taba Tebelet ini antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Pemerintah Kecamatan Kepahiang, Bagian Kesra, Bagian Umum, Kantor Kemenag Kepahiang, BPBD dan hadir pula Kapolsek Kepahiang dan anggota Polres Kepahiang.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.