KEPAHIANG.PROGRES.ID – Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti menegaskan bahwa Endrick akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Selecao di Piala Dunia 2026, meski penyerang muda tersebut belum mendapat kesempatan bermain pada laga pembuka melawan Maroko.
Endrick hanya duduk di bangku cadangan saat Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada pertandingan pertama Grup C. Dalam laga itu, Igor Thiago dipercaya tampil sebagai starter sebelum digantikan Matheus Cunha di babak kedua.
Meski belum diturunkan, Ancelotti meminta publik bersabar dan meyakini bahwa waktu Endrick akan segera tiba selama turnamen berlangsung.
“Saya akan memainkan Endrick pada waktu yang tepat. Kami hanya perlu sedikit bersabar. Dia akan menjadi pemain penting bagi Brasil di Piala Dunia ini,” kata Ancelotti.
Pelatih asal Italia tersebut juga menjelaskan perbedaan karakteristik para penyerang yang dimilikinya saat ini.
Menurut Ancelotti, Matheus Cunha lebih berperan sebagai penghubung permainan dan memiliki karakter menyerupai gelandang serang, sementara Igor Thiago merupakan penyerang target yang kuat dalam duel fisik dan agresif saat menekan lawan.
Namun, Endrick dinilai memiliki kualitas yang berbeda dari keduanya.
“Endrick bukan tipe pemain seperti mereka. Dia memiliki karakteristik tersendiri. Bagi saya, Endrick adalah talenta luar biasa. Brasil akan memanfaatkan kualitasnya bukan hanya di Piala Dunia ini, tetapi juga pada turnamen berikutnya,” ujarnya.
Ancelotti juga memuji kedewasaan pemain berusia 19 tahun tersebut. Menurutnya, Endrick tidak terburu-buru mengejar menit bermain dan mampu menunjukkan sikap yang matang meski masih sangat muda.
“Dia sangat sabar dan memiliki kedewasaan yang luar biasa untuk usianya. Keluarganya juga mendukung dengan cara yang sama. Itu sangat penting bagi perkembangan pemain muda,” tambah mantan pelatih Real Madrid tersebut.
Sebelum Piala Dunia dimulai, Endrick menunjukkan performa menjanjikan dengan mencetak gol kemenangan saat Brasil mengalahkan Mesir dalam laga pemanasan terakhir.
Secara keseluruhan, pemain yang kini memperkuat Real Madrid itu telah mencatatkan empat gol dari 17 penampilan bersama tim nasional Brasil.
Brasil dijadwalkan menghadapi Haiti pada pertandingan kedua Grup C. Sejarah pertemuan berpihak penuh kepada Selecao yang selalu menang dalam tiga perjumpaan sebelumnya melawan negara Karibia tersebut.
Dalam tiga laga tersebut, Brasil mencetak total 17 gol dan hanya kebobolan satu kali. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Copa America 2016, saat Brasil menang telak 7-1.
Laga melawan Haiti juga mempertemukan dua tim dengan selisih peringkat FIFA terbesar di fase grup Piala Dunia 2026. Brasil saat ini menempati peringkat keenam dunia, sedangkan Haiti berada di posisi ke-84.
Sementara itu, Brasil dipastikan kembali tampil tanpa Neymar. Bintang berusia 34 tahun itu masih menjalani pemulihan cedera betis dan dilaporkan tidak ikut terbang bersama skuad ke Philadelphia untuk pertandingan melawan Haiti.












