Progres Kepahiang – Sinopsis film Malin Kundang mengangkat salah satu cerita rakyat Indonesia yang sangat populer, yakni kisah seorang anak yang melupakan ibunya setelah berhasil meraih kekayaan. Cerita tersebut kemudian diadaptasi ke layar lebar melalui film klasik Malin Kundang (Anak Durhaka) yang dirilis pada 1971.
Film yang disutradarai D. Djajakusuma ini dibintangi sejumlah aktor ternama pada masanya, termasuk Rano Karno, Putu Wijaya, Fifi Young, dan Rd. Mochtar. Skenarionya ditulis oleh Asrul Sani, dengan Elly Joenara sebagai produser. Film ini merupakan adaptasi dari legenda Malin Kundang yang berasal dari Sumatra Barat.
Kisahnya tidak hanya berbicara tentang kesuksesan dan kekayaan, tetapi juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua serta tidak melupakan asal-usul.
Sinopsis Film Malin Kundang
Cerita bermula dari kehidupan Malin, seorang anak laki-laki yang tumbuh dalam keluarga sederhana di sebuah wilayah pesisir Sumatra. Ia tinggal bersama ibunya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Sejak kecil, Malin merasakan beratnya kehidupan sebagai anak dari keluarga miskin. Kondisi tersebut perlahan menumbuhkan keinginan dalam dirinya untuk mengubah nasib.
Kesempatan kemudian datang ketika Malin bertemu dengan seorang awak kapal. Kemampuan dan keberanian Malin menarik perhatian sehingga ia mendapat kesempatan untuk ikut berlayar.
Perjalanan di laut menjadi titik perubahan dalam kehidupan Malin. Ia mendapatkan pengalaman serta belajar mengenai dunia pelayaran hingga akhirnya tumbuh menjadi seorang pelaut yang memiliki kemampuan dan kekayaan.
Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halaman, Malin akhirnya kembali sebagai seorang pria yang telah sukses.
Namun, kepulangannya justru menjadi awal dari tragedi.
Malin Malu Mengakui Ibunya
Ketika kapal Malin berlabuh di dekat kampung halamannya, kabar kepulangannya segera diketahui oleh masyarakat.
Sang ibu yang selama bertahun-tahun menunggu kedatangan anaknya tentu merasa bahagia. Ia datang untuk menyambut Malin.
Namun, keadaan berubah ketika Malin mengetahui bahwa perempuan yang datang tersebut adalah ibunya sendiri.
Malin kini telah memiliki kehidupan yang jauh berbeda. Ia sudah menjadi orang kaya dan datang bersama istrinya. Di hadapan orang-orang, ia justru tidak mau mengakui perempuan tua tersebut sebagai ibunya.
Sikap Malin membuat sang ibu sangat kecewa dan terluka.
Dalam catatan Film Indonesia, konflik utama film ini memang berpusat pada Malin yang setelah menjadi dewasa dan kaya tidak mengakui ibunya yang masih hidup dalam kemiskinan.
Kutukan Sang Ibu
Penolakan Malin membuat ibunya murka sekaligus sangat sedih.
Sebagai seorang ibu yang telah membesarkan Malin dalam kondisi sulit, ia tidak menyangka anak yang selama ini dinantikan justru merasa malu mengakui dirinya.
Kemarahan tersebut kemudian berujung pada kutukan.
Tak lama setelah Malin kembali berlayar, kapal yang ditumpanginya menghadapi cuaca buruk. Badai besar menerjang lautan dan membuat kapal Malin berada dalam kondisi berbahaya.
Kapal tersebut akhirnya dihantam badai dan kandas.
Dalam kisah film ini, Malin kemudian mengalami nasib tragis. Tubuhnya digambarkan berubah menjadi batu dalam posisi berlutut setelah menerima kutukan dari ibunya. Akhir cerita tersebut menjadi salah satu perbedaan film dengan sejumlah versi legenda Malin Kundang yang telah berkembang di masyarakat.
Kisah Malin Kundang dan Pesan Moral
Film Malin Kundang (Anak Durhaka) tidak hanya menghadirkan kisah tragis seorang anak yang dikutuk menjadi batu.
Cerita tersebut juga membawa pesan mengenai hubungan antara anak dan orang tua.
Malin digambarkan sebagai seseorang yang berhasil mengubah kehidupannya dari kemiskinan menjadi kekayaan. Namun, keberhasilan tersebut justru membuatnya melupakan orang yang telah merawat dan membesarkannya.
Kisah tersebut kemudian menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak seharusnya membuat seseorang melupakan keluarga maupun asal-usulnya.
Legenda Malin Kundang sendiri merupakan salah satu cerita rakyat yang sangat dikenal dari Sumatra Barat.
Daftar Pemain Film Malin Kundang
Film Malin Kundang (Anak Durhaka) menghadirkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia yang populer pada era tersebut.
Beberapa di antaranya adalah:
- Rano Karno sebagai Malin
- Putu Wijaya sebagai Malin
- Fifi Young sebagai ibu Malin
- Rd. Mochtar
- Lahardo
- Syamsuddin Syafei
- Darussalam
- Atik Pasono
- Halida Hatta
- Noor Aziza
- Muara Surawidjaja
- Susy Dewi
- M. Budhrasa
- Hadisjam Tahax
- Mansjur Sjah
- Robby Sutara
Film Indonesia mencatat Rano Karno dan Putu Wijaya sebagai pemeran Malin, sementara Fifi Young berperan sebagai ibu Malin.
Fakta Film Malin Kundang
- Judul: Malin Kundang (Anak Durhaka)
- Tahun rilis: 1971
- Genre: Drama, Laga
- Sutradara: D. Djajakusuma
- Penulis skenario: Asrul Sani
- Produser: Elly Joenara
- Pemeran: Rano Karno, Putu Wijaya, Fifi Young
- Rumah produksi: PT Remadja Ellynda Film
- Bahasa: Indonesia
- Sumber cerita: Legenda Malin Kundang dari Sumatra Barat
Data mengenai sutradara, penulis, produser, pemeran, dan rumah produksi tercatat dalam katalog Film Indonesia dan Indonesian Film Center.
Film Malin Kundang Tayang di ANTV Senin, 28 September 2026
Bagi penonton yang ingin kembali menyaksikan film klasik Indonesia Malin Kundang, ANTV menjadwalkan penayangan film tersebut pada Senin, 28 September 2026.
Berdasarkan jadwal televisi yang tersedia, Malin Kundang akan tayang di ANTV pukul 18.00 WIB dalam program Sinema Laga Klasik. Jadwal tersebut juga mencantumkan Malin Kundang sebagai film Indonesia produksi 1971 yang dibintangi Rano Karno, Putu Wijaya, dan Fifi Young.
Jadwal tayang:
- Film: Malin Kundang
- Stasiun TV: ANTV
- Hari: Senin, 28 September 2026
- Pukul: 18.00 WIB
- Program: Sinema Laga Klasik
Jadwal televisi dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sehingga penonton tetap disarankan mengecek informasi terbaru dari ANTV.







