Progres Kepahiang – Manchester City resmi mengajukan banding terhadap putusan yang menyatakan klub tersebut bersalah dalam kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Klub berjuluk The Citizens itu menegaskan masih mempertahankan posisi bahwa mereka tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan liga.
Manchester City menyatakan dokumen banding telah didaftarkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Pengajuan tersebut dilakukan sebelum batas waktu yang ditetapkan pada Jumat.
Dalam pernyataan terbarunya, Man City menyebut banding tersebut sebagai upaya komprehensif untuk menentang keputusan komisi independen.
Klub menilai putusan sebelumnya mengandung sejumlah kesalahan material, baik menyangkut hukum, prinsip maupun fakta. Manchester City juga menyatakan keputusan tersebut tidak dapat dianggap aman untuk dipertahankan.
“Posisi teguh klub adalah bahwa pendapat tersebut mengandung kesalahan material yang jelas dalam berbagai hal, termasuk hukum, prinsip, dan fakta,” demikian pernyataan Manchester City.
Klub juga kembali menegaskan bahwa mereka memiliki bukti yang dianggap kuat untuk membantah tuduhan Premier League.
Manchester City mengatakan akan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, mereka mengakui ruang untuk memberikan komentar lebih jauh sangat terbatas selama seluruh proses belum selesai.
FA Soroti Dampak Putusan Manchester City
Kasus Manchester City turut mendapat perhatian dari Football Association (FA).
Pada Jumat, FA akhirnya memberikan tanggapan setelah sebelumnya tidak banyak berkomentar mengenai proses tersebut. Federasi sepak bola Inggris itu menilai keputusan komisi independen memiliki dampak penting terhadap integritas kompetisi.
Pernyataan FA muncul beberapa hari setelah Premier League menerbitkan dokumen panjang mengenai hasil pemeriksaan terhadap Manchester City.
Dalam keputusan tersebut, komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh tuduhan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League.
Klub juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar tuduhan terkait kegagalan memberikan kerja sama selama proses investigasi.
Man City Disebut Menyembunyikan Pendanaan Lebih dari £830 Juta
Salah satu bagian paling serius dalam putusan tersebut berkaitan dengan hubungan Manchester City dengan sejumlah mitra komersial.
Komisi independen menyimpulkan bahwa klub menggunakan kontrak yang disebut sebagai “sham contracts” dengan beberapa mitra bisnis. Menurut temuan tersebut, pengaturan itu digunakan untuk menyamarkan pendanaan lebih dari £830 juta dan membuat pendapatan klub terlihat lebih besar selama periode 2009-10 hingga 2017-18.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam perkara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
CEO Premier League Richard Masters sebelumnya mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan Manchester City secara sistematis melanggar aturan kompetisi selama hampir satu dekade.
Namun, Manchester City tetap menolak tuduhan tersebut dan mempertahankan argumen bahwa bukti yang mereka miliki dapat membantah kesimpulan Premier League.
Bagaimana Proses Banding Manchester City?
Lalu, apa yang terjadi setelah Manchester City mengajukan banding?
Berdasarkan Section W dalam regulasi Premier League, proses banding akan ditangani oleh komisi independen baru yang terdiri dari tiga orang.
Komisi tersebut tidak akan mengulang pemeriksaan perkara dari awal. Baik Manchester City maupun Premier League juga tidak diperbolehkan menghadirkan bukti baru dalam tahap ini.
Fokus utama komisi banding adalah menentukan apakah komisi sebelumnya melakukan kesalahan dalam menerapkan hukum atau aturan, salah menafsirkan regulasi, atau melakukan tindakan yang dapat dianggap sangat tidak adil.
Hal tersebut sejalan dengan dasar keberatan Manchester City yang menilai putusan sebelumnya mengandung kesalahan hukum, prinsip, dan fakta.
Kapan Keputusan Banding Keluar?
Regulasi Premier League pada prinsipnya mengharapkan keputusan banding dapat dikeluarkan dalam waktu sekitar 12 minggu setelah sidang banding.
Namun, ketentuan tersebut tidak bersifat mutlak. Aturan yang baru diperkenalkan pada musim panas tersebut memungkinkan batas waktu diperpanjang apabila kondisi kasus membutuhkan waktu tambahan.
Karena itu, belum ada kepastian mengenai kapan seluruh proses banding Manchester City akan berakhir.
Situasi ini juga membuat waktu pemberlakuan hukuman, apabila vonis bersalah akhirnya dipertahankan, belum dapat dipastikan.
Berdasarkan preseden sebelumnya, sanksi biasanya baru diberlakukan setelah proses banding awal selesai. Namun, kemungkinan tersebut tidak sepenuhnya menutup peluang munculnya proses hukum lanjutan.
Masih Bisa Ada Banding Kedua
Jika Manchester City akhirnya menerima hukuman setelah proses banding pertama, klub masih dapat mengajukan keberatan lebih lanjut terhadap sanksi tersebut.
Artinya, perkara ini berpotensi berlangsung lebih panjang.
Dalam skenario tertentu, kasus Manchester City bahkan dapat berlanjut hingga High Court.
Namun, jalur ke Court of Arbitration for Sport (CAS) tidak tersedia untuk perkara ini.
Hal tersebut berbeda dengan kasus Manchester City melawan UEFA pada 2020. Ketika itu, CAS membatalkan hukuman yang dijatuhkan UEFA terhadap klub terkait pelanggaran aturan Financial Fair Play.
Perbedaan tersebut terjadi karena Premier League merupakan kompetisi domestik yang bersifat privat dan tidak menggunakan CAS sebagai forum penyelesaian sengketa aturan finansialnya.
Apa yang Akan Dipersoalkan Manchester City?
Salah satu pokok penting dalam banding Manchester City berkaitan dengan sumber dana sponsorship klub.
Manchester City diperkirakan akan mempertahankan argumen bahwa sejumlah kesepakatan sponsor utama mereka memang mendapatkan pendanaan secara sah dari pemerintah Abu Dhabi, bukan merupakan suntikan dana langsung dari pemilik klub.
Sebelumnya, komisi independen menyimpulkan bahwa Abu Dhabi United Group (ADUG), kelompok yang terkait dengan Sheikh Mansour, telah menyalurkan lebih dari £830 juta kepada Manchester City melalui skema pendanaan yang dianggap disamarkan.
Menurut temuan tersebut, pendanaan itu kemudian dicatat dengan cara yang membuatnya terlihat sebagai pendapatan komersial sehingga klub dapat memenuhi persyaratan finansial Premier League dan UEFA.
Peraturan Premier League pada dasarnya tidak melarang perusahaan milik negara menjadi sponsor klub. Persoalannya adalah bagaimana pendanaan tersebut diberikan dan dicatat.
Jika dana pemilik disamarkan sebagai pemasukan komersial, hal tersebut dapat menjadi pelanggaran terhadap regulasi.
Etihad Airways Ikut Bereaksi
Perkara ini juga menyeret nama Etihad Airways, salah satu sponsor utama Manchester City.
Maskapai asal Uni Emirat Arab tersebut telah mengeluarkan pernyataan keras setelah munculnya temuan mengenai dugaan pengaturan pendanaan sponsorship.
Etihad menolak secara tegas segala anggapan bahwa mereka terlibat dalam pengaturan komersial yang tidak semestinya.
Perusahaan tersebut juga menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap Premier League untuk melindungi nama dan mereknya.
Etihad Airways sendiri merupakan perusahaan milik negara yang berada di bawah kepemilikan sovereign wealth fund Abu Dhabi, yang dipimpin oleh Crown Prince of Abu Dhabi.
Ancaman Hukuman Jika Vonis Dipertahankan
Besarnya perkara membuat konsekuensi yang mungkin diterima Manchester City juga sangat luas apabila putusan bersalah pada akhirnya tetap berlaku.
Berbagai bentuk hukuman dapat dipertimbangkan berdasarkan aturan Premier League, mulai dari denda dalam jumlah besar hingga pengurangan poin.
Dalam skenario yang lebih berat, Manchester City juga dapat menghadapi larangan transfer, pencopotan gelar, degradasi, bahkan kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi.
Sanksi terhadap struktur kepemilikan klub juga menjadi salah satu kemungkinan yang disebut dalam konteks perkara tersebut.
Namun, penting dicatat bahwa belum ada hukuman final yang dapat dianggap berlaku selama proses banding masih berjalan.
Manchester City kini memasuki babak baru dalam perseteruan panjang dengan Premier League. Klub tetap menyatakan tidak bersalah dan akan menggunakan proses banding untuk menantang temuan komisi independen.
Apa Artinya bagi Manchester City?
Untuk sementara, perhatian akan tertuju pada komisi banding beranggotakan tiga orang yang akan memeriksa keberatan Manchester City.
Mereka harus menentukan apakah terdapat kesalahan hukum, kesalahan dalam menafsirkan aturan, atau ketidakadilan serius dalam proses sebelumnya.
Hasil dari tahap tersebut akan menjadi penentu penting bagi kelanjutan kasus yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Jika banding diterima, posisi Manchester City dalam perkara ini dapat berubah secara signifikan. Sebaliknya, jika putusan dipertahankan, klub masih berpotensi menghadapi proses lanjutan terkait sanksi yang akan dijatuhkan.
Dengan demikian, perjalanan kasus 114 tuduhan terhadap Manchester City masih jauh dari selesai. Setelah pengajuan banding resmi dilakukan, pertarungan antara klub dan Premier League kini memasuki babak hukum berikutnya.







