Progres Kepahiang – Hasil Malaysia vs Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026 meninggalkan sorotan tajam dari media-media Singapura. Kekalahan telak 0-6 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (1/10/2026), tidak hanya mengakhiri perjalanan The Lions di turnamen, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan tim menghadapi Piala Asia.
Sejumlah media Singapura menggambarkan kekalahan tersebut sebagai peringatan keras bagi skuad asuhan Gavin Lee. The Straits Times bahkan menyebut hasil itu sebagai sebuah “painful wake-up call”, sementara CNA menempatkannya sebagai “reality check” bagi Singapura.
Media Singapura Soroti Cara Singapura Kalah
The Straits Times menilai persoalan utama bukan semata-mata skor 0-6, melainkan bagaimana Singapura kehilangan kendali sepanjang pertandingan.
Kekalahan tersebut disebut memperlihatkan persoalan di beberapa area sekaligus, mulai dari organisasi pertahanan, pengambilan keputusan hingga efektivitas serangan. Sejumlah pengamat yang diwawancarai media tersebut juga menilai Singapura membutuhkan evaluasi serius sebelum menghadapi level persaingan yang lebih tinggi.
Hal serupa muncul dalam laporan CNA. Media tersebut menyoroti bahwa Singapura sebenarnya datang dengan modal yang cukup positif setelah tampil hingga semifinal ASEAN Hyundai Cup sebelumnya.
Namun, performa di FIFA ASEAN Cup menunjukkan adanya jarak ketika The Lions menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.
CNA Sebut Kekalahan sebagai “Reality Check”
CNA menempatkan kekalahan dari Malaysia dalam konteks persiapan menuju Piala Asia, yang dijadwalkan berlangsung sekitar tiga bulan setelah turnamen FIFA ASEAN Cup.
Menurut sejumlah pengamat yang dikutip CNA, hasil 0-6 menjadi kesempatan untuk melihat kembali kelemahan Singapura sebelum menghadapi lawan-lawan di level Asia.
Edwin Yeo, mantan komentator sepak bola yang dikutip CNA, mengatakan Singapura mengalami perkembangan di bawah Gavin Lee dan pelatih sebelumnya Tsutomu Ogura. Namun, ia juga menilai hasil turnamen memperlihatkan bahwa Singapura masih menghadapi tantangan untuk bersaing di level Asia.
CNA juga mengutip pengamat yang menilai masalah terbesar dari laga tersebut terletak pada cara Singapura kehilangan struktur permainan setelah kebobolan.
“Kalah Boleh, Tapi Cara Kalah Jadi Sorotan”
Respons lebih keras datang dari kelompok suporter Singapura, SingaBrigade.
Kelompok tersebut menyampaikan kritik terhadap penampilan The Lions melalui media sosial. Mereka menyatakan bahwa kekalahan dapat diterima sebagai bagian dari sepak bola, tetapi cara tim kebobolan enam gol menjadi persoalan tersendiri.
SingaBrigade juga mempertanyakan kesiapan Singapura menuju Piala Asia dan meminta para pemain menunjukkan respons setelah hasil buruk tersebut.
Kritik tersebut menggambarkan kekecewaan suporter bukan hanya terhadap hasil akhir, tetapi juga terhadap performa yang mereka nilai berada di bawah ekspektasi.
Bergson Jadi Bintang dalam Kemenangan Malaysia
Di sisi lain, media Singapura juga memberikan perhatian terhadap performa Malaysia.
Penyerang asal Brasil, Bergson da Silva, mencetak hat-trick dalam kemenangan 6-0 tersebut. Tiga gol Bergson dilengkapi gol Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah.
Malaysia langsung menguasai pertandingan dan mencetak dua gol dalam 26 menit pertama. Situasi tersebut membuat Singapura kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya harus menerima kekalahan terbesar mereka di bawah kepelatihan Gavin Lee.
Kekalahan Terbesar Singapura dari Malaysia sejak 1978
Sorotan lain yang muncul dari media Singapura adalah catatan historis hasil tersebut.
The Straits Times mencatat bahwa kekalahan 0-6 tersebut menjadi kekalahan terbesar Singapura dari Malaysia di level senior sejak 1978. Dengan hasil itu pula, Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup pada fase grup.
Singapura finis di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin. Mereka hanya mencetak satu gol dan kebobolan delapan gol dalam tiga pertandingan.
Malaysia sebenarnya mengumpulkan tujuh poin dan memiliki jumlah poin yang sama dengan Indonesia. Namun, perbedaan selisih gol membuat Malaysia berada di bawah Indonesia dalam klasemen grup.
Berbeda dari Performa Singapura di Turnamen Sebelumnya
Media Singapura juga membandingkan hasil tersebut dengan performa The Lions di ASEAN Hyundai Cup sebelumnya.
Singapura mampu mencapai semifinal dan bahkan mengakhiri catatan panjang tanpa kemenangan atas Thailand. Karena itu, kekalahan telak dari Malaysia menjadi kontras yang cukup mencolok.
CNA menyebut hasil di FIFA ASEAN Cup sebagai kesempatan untuk mengevaluasi apakah perkembangan Singapura sebelumnya benar-benar berkelanjutan ketika menghadapi persaingan yang lebih berat.
Dengan Piala Asia yang semakin dekat, hasil 0-6 tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan para pemain.
Bukan Sekadar Hasil, tetapi Bahan Evaluasi
Dari pemberitaan sejumlah media Singapura, terdapat benang merah yang cukup jelas: kekalahan dari Malaysia dipandang sebagai momentum evaluasi.
The Straits Times menyoroti kebutuhan perbaikan organisasi pertahanan, pengambilan keputusan, kesiapan fisik, serta pendekatan menyerang. CNA juga menyoroti perlunya pembenahan taktik sekaligus komposisi skuad agar Singapura dapat menghadapi lawan dengan level permainan yang lebih tinggi.
Bagi Malaysia, skor 6-0 menjadi kemenangan besar dalam duel dua negara bertetangga tersebut. Namun, bagi Singapura, pertandingan itu meninggalkan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum memasuki agenda sepak bola berikutnya.
Hasil Malaysia vs Singapura:
Malaysia 6-0 Singapura
Pencetak gol Malaysia: Bergson da Silva (3), Stuart Wilkin, Paulo Josue, Syahir Bashah.
Stadion: Si Jalak Harupat, Bandung
Kompetisi: FIFA ASEAN Cup 2026
Tanggal: 1 Oktober 2026
Kekalahan tersebut membuat Singapura tersingkir dari FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menempatkan perhatian publik sepak bola Negeri Singa pada persiapan menuju Piala Asia.







