Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Penentu Warisan Ronaldo, Portugal Butuh Versi Terbaik Sang Mega Bintang

icon situs berita progres
cristiano ronaldo
Cristiano Ronaldo (Foto: via Goal.com)

KEPAHIANG.PROGRES.ID – Saat Timnas Portugal memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, seluruh perhatian kembali tertuju kepada satu nama: Cristiano Ronaldo.

Di usia 41 tahun, Ronaldo masih menjadi wajah utama sepak bola Portugal. Namun, menjelang turnamen yang kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhirnya, muncul pertanyaan besar: apakah sang legenda masih mampu membawa Portugal menuju gelar juara dunia pertama dalam sejarah?

Laga melawan DR Kongo menjadi penanda momen bersejarah bagi Ronaldo. Dengan tampil di pertandingan tersebut, ia menjadi pemain kedua yang bermain dalam enam edisi Piala Dunia berbeda setelah Lionel Messi lebih dahulu mencatatkan rekor yang sama bersama Argentina.

Pencapaian tersebut semakin menegaskan status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa. Namun, berbeda dengan Messi yang masih menjadi pusat permainan Argentina di usia 38 tahun, peran Ronaldo di Portugal kini mulai menjadi bahan perdebatan.

Masih Tajam, Tapi Tak Lagi Sama

Tidak dapat disangkal bahwa Ronaldo masih memiliki kemampuan mencetak gol. Namun, waktu telah mengubah banyak aspek dalam permainannya.

Kecepatan eksplosif yang dulu menjadi ciri khasnya tidak lagi terlihat sesering masa kejayaan di Manchester United atau Real Madrid. Intensitas pressing juga menurun, sementara mobilitasnya kini lebih terbatas dibandingkan beberapa tahun lalu.

Meski demikian, Ronaldo tetap mampu menghadirkan momen-momen penting yang dapat mengubah jalannya pertandingan.

Masalahnya, banyak pihak mempertanyakan apakah pemain yang telah memasuki dekade kelima kehidupannya dan bermain di Liga Arab Saudi masih mampu menjadi pembeda di turnamen sekelas Piala Dunia.

Portugal tentu berharap jawabannya adalah ya.

Rekor Besar yang Masih Belum Lengkap

Sejak menjalani debut Piala Dunia pada 2006, Ronaldo telah mengukir banyak catatan luar biasa. Saat itu, ia membantu Portugal melaju hingga semifinal dan mengakhiri turnamen di posisi keempat.

Namun perjalanan berikutnya tidak selalu berjalan mulus.

Dalam empat edisi Piala Dunia setelahnya, Portugal dua kali gagal melewati fase grup dan tidak pernah melangkah lebih jauh dari perempat final.

Menariknya, Ronaldo masih menyimpan satu catatan yang cukup mengejutkan. Dari delapan gol yang dicetaknya dalam 22 pertandingan Piala Dunia, seluruhnya lahir pada fase grup.

Artinya, hingga kini ia belum pernah mencetak gol pada fase gugur Piala Dunia.

Bahkan satu-satunya assist yang dimilikinya di turnamen tersebut juga tercipta saat babak grup.

Statistik itu menjadi kontras jika dibandingkan dengan Messi yang telah mencetak gol dan assist penting di fase-fase krusial, termasuk saat membawa Argentina menjadi juara dunia pada 2022.

### Bruno Fernandes Kini Jadi Jenderal Serangan

Jika beberapa tahun lalu seluruh serangan Portugal hampir selalu berpusat pada Ronaldo, situasinya kini mulai berubah.

Peran kreator utama tim semakin banyak dipegang oleh Bruno Fernandes. Gelandang berusia 31 tahun itu datang ke Piala Dunia dengan status salah satu pemain terbaik Eropa setelah menjalani musim luar biasa di Liga Inggris.

Dalam 35 pertandingan liga musim 2025-2026, Fernandes mencetak sembilan gol dan membukukan 21 assist, sebuah rekor baru kompetisi.

Kemampuan umpan terobosan dan visi bermainnya membuat Fernandes menjadi motor utama permainan Portugal. Bahkan dalam beberapa kesempatan terakhir, ia mulai berbagi tugas bola mati dengan Ronaldo.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pusat kreativitas tim perlahan mulai bergeser.

Skuad Portugal Dipenuhi Bintang

Kekuatan Portugal tidak hanya berada pada lini serang.

Di lini tengah, mereka memiliki kombinasi kualitas dan kreativitas melalui Bernardo Silva, Vitinha, dan João Neves.

Sementara di sektor pertahanan, duet Rúben Dias dan Gonçalo Inácio menjadi fondasi utama yang didukung oleh João Cancelo serta Diogo Dalot di sisi lapangan.

Dengan komposisi tersebut, Portugal dinilai memiliki salah satu skuad paling lengkap di Piala Dunia 2026.

Tetap Tak Tergantikan

Meski usianya sudah tidak muda lagi, Portugal juga belum memiliki pengganti yang benar-benar mampu menggeser posisi Ronaldo sebagai penyerang utama.

Nama yang paling sering disebut adalah Gonçalo Ramos. Namun performanya musim lalu bersama Paris Saint-Germain belum cukup meyakinkan setelah hanya mencetak 12 gol dari berbagai kompetisi.

Situasi itu membuat Ronaldo tetap menjadi pilihan utama, baik karena kualitasnya maupun statusnya sebagai ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Portugal.

Pada akhirnya, kisah Portugal di Piala Dunia 2026 kemungkinan besar kembali akan berkisar pada satu sosok yang sama.

Empat tahun lalu Messi berhasil menyempurnakan warisannya dengan mengangkat trofi Piala Dunia bersama Argentina. Kini, Ronaldo memiliki kesempatan terakhir untuk melakukan hal serupa.

Jika Portugal ingin mencapai puncak dunia, mereka membutuhkan versi terbaik Cristiano Ronaldo. Bahkan mungkin, mereka membutuhkan turnamen terbaik sepanjang karier sang legenda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *