PROGRES.ID – Pertandingan panas akan tersaji pada laga Grup C Piala Dunia 2026 saat Brasil menghadapi Maroko di New York New Jersey Stadium, Sabtu (13/6/2026). Duel ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada fase awal turnamen.
Brasil datang dengan status sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara. Menariknya, saat turnamen terakhir kali digelar di Amerika Serikat pada 1994, Selecao berhasil mengangkat trofi dunia untuk keempat kalinya.
Meski sempat menghadapi perjalanan kualifikasi yang tidak mudah di zona Amerika Selatan, tim asuhan Carlo Ancelotti menunjukkan perkembangan positif menjelang turnamen. Brasil menyapu bersih tiga laga uji coba terakhir dengan kemenangan atas Kroasia (3-1), Panama (6-2), dan Mesir (2-1).
Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari kondisi Neymar. Pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil tersebut dipastikan absen pada laga pembuka karena masih menjalani pemulihan cedera betis.
Di sisi lain, Maroko berambisi melanjutkan kisah sukses mereka setelah mencatat sejarah dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022. Tim berjuluk Atlas Lions itu menjadi wakil Afrika pertama yang mampu mencapai empat besar dan mengalahkan sejumlah tim elite seperti Belgia serta Portugal dalam perjalanan bersejarah tersebut.
Maroko juga tampil impresif selama babak kualifikasi zona Afrika dengan menyapu bersih seluruh pertandingan Grup E dan memastikan tiket ke putaran final jauh sebelum fase kualifikasi berakhir.
Brasil Tetap Favorit
Walau kehilangan Neymar, Brasil masih memiliki sederet pemain kelas dunia yang siap menjadi pembeda. Nama-nama seperti Alisson Becker, Vinicius Junior, Raphinha, Bruno Guimaraes, hingga Gabriel Magalhaes diperkirakan akan menjadi tulang punggung tim pada laga ini.
Ancelotti juga masih memiliki sejumlah opsi untuk mengisi posisi penyerang tengah. Matheus Cunha, Endrick, maupun Igor Thiago berpeluang dipercaya memimpin lini depan Selecao.
Kekuatan Brasil semakin terlihat dari kedalaman skuad yang merata di hampir semua lini. Pengalaman para pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa menjadi modal berharga untuk menghadapi perlawanan Maroko.
Maroko Dihantam Masalah Cedera
Atlas Lions harus menghadapi tantangan tambahan setelah kehilangan beberapa pemain penting akibat cedera. Bek tengah Nayef Aguerd dan winger Abde Ezzalzouli dipastikan absen dari turnamen dan telah digantikan oleh pemain lain dalam daftar skuad.
Selain itu, kondisi bek serba bisa Noussair Mazraoui juga masih dipantau setelah mengalami masalah pada bahu saat laga persahabatan melawan Norwegia.
Meski demikian, Maroko tetap memiliki sejumlah pemain berbahaya. Kapten Achraf Hakimi akan menjadi pemimpin di lapangan, sementara Brahim Diaz yang sedang tampil tajam bersama tim nasional diprediksi menjadi ancaman utama bagi pertahanan Brasil.
Dukungan dari Ismael Saibari dan Bilal El Khannouss juga membuat lini serang Maroko tetap memiliki potensi menciptakan kejutan.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Laga ini diperkirakan berlangsung terbuka karena kedua tim sama-sama memiliki kualitas menyerang yang mumpuni. Maroko berpeluang memberikan tekanan melalui kecepatan transisi dan kreativitas pemain-pemain mudanya.
Namun, secara keseluruhan Brasil masih unggul dalam hal kedalaman skuad, pengalaman, serta kualitas individu di berbagai posisi. Absennya beberapa pemain inti Maroko di lini belakang juga berpotensi menjadi celah yang bisa dimanfaatkan Vinicius Junior dan rekan-rekannya.
Jika mampu bermain efektif sejak awal pertandingan, Selecao berpeluang mengamankan tiga poin penting untuk memulai perburuan gelar dunia keenam mereka.
Prediksi Skor
Brasil diprediksi mampu mengatasi perlawanan Maroko meski pertandingan tidak akan berjalan mudah.
Prediksi: Brasil 3-1 Maroko
Prediksi Susunan Pemain
Brasil (4-2-3-1): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Alex Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.
Maroko (4-3-3): Bounou; Achraf Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; Sofyan Amrabat, El Aynaoui, Ounahi; Brahim Diaz, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss.









