KEPAHIANG.PROGRES.ID – Maroko semakin dekat dengan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Skotlandia 1-0 pada pertandingan Grup C, Jumat. Gol cepat Ismael Saibari menjadi penentu kemenangan Atlas Lions yang kembali menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen ini.
Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Maroko tampil dominan sepanjang pertandingan dan nyaris tidak memberi ruang bagi Skotlandia untuk mengembangkan permainan. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat pasukan Mohamed Ouahbi gagal mengubah dominasi menjadi kemenangan yang lebih meyakinkan.
Saibari Cetak Gol Kilat
Pertandingan baru berjalan kurang dari satu menit ketika Maroko berhasil memecah kebuntuan. Brahim Diaz mengirim umpan terukur kepada Ismael Saibari yang berdiri bebas di dalam kotak penalti.
Tanpa banyak sentuhan, Saibari langsung melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Skotlandia. Gol tersebut menjadi gol kedua Saibari di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya juga mencetak gol pada laga pembuka.
Unggul cepat membuat Maroko tampil semakin percaya diri. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali mengancam pertahanan Skotlandia yang dipaksa lebih banyak bertahan.
Peluang demi peluang berhasil diciptakan Atlas Lions, termasuk sejumlah situasi berbahaya di dalam kotak penalti. Sementara itu, kesempatan terbaik Skotlandia pada babak pertama datang melalui John McGinn yang gagal memaksimalkan umpan silang Andy Robertson.
Dominan, Tapi Kurang Tajam
Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Maroko tetap mendominasi penguasaan bola dan terus menciptakan peluang untuk menambah keunggulan.
Namun, masalah utama mereka kembali terlihat di depan gawang lawan. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.
Neil El Aynaoui dan Bilal El Khannouss sama-sama mendapatkan kesempatan satu lawan satu dengan kiper Angus Gunn, tetapi gagal menyelesaikannya dengan baik. Saibari juga hampir mencetak gol kedua andai tembakannya tidak membentur mistar gawang.
Pada masa injury time, Amaimouni-Echghouyab turut membuang peluang emas setelah tembakannya melambung di atas mistar meski berada dalam posisi yang sangat menjanjikan.
Statistik menunjukkan Maroko melepaskan 11 tembakan sepanjang pertandingan, tetapi hanya dua yang tepat sasaran. Salah satunya adalah gol Saibari yang menjadi pembeda dalam laga tersebut.
Skotlandia Hampir Curi Poin
Kegagalan Maroko memanfaatkan peluang membuat Skotlandia tetap memiliki harapan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Tim berjuluk Tartan Army mulai meningkatkan intensitas serangan menjelang laga berakhir. Scott McTominay sempat mengancam melalui tendangan jarak jauh yang menghantam sisi luar jaring gawang.
Skotlandia juga beberapa kali mengajukan protes kepada wasit terkait dugaan pelanggaran di area penalti, namun tidak ada yang berbuah hadiah tendangan penalti.
Meski memberikan tekanan pada penghujung pertandingan, Skotlandia sebenarnya kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang laga karena disiplin pertahanan Maroko yang tampil sangat solid.
Maroko Fokus Hadapi Haiti
Pelatih Mohamed Ouahbi dipastikan puas dengan organisasi permainan timnya yang mampu mengendalikan pertandingan melawan lawan fisik seperti Skotlandia.
Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum pertandingan terakhir fase grup.
Maroko selanjutnya akan menghadapi Haiti pada laga penutup Grup C. Secara kualitas, Haiti dinilai berada di bawah Atlas Lions sehingga pertandingan tersebut bisa menjadi kesempatan ideal bagi Maroko untuk meningkatkan produktivitas gol sekaligus memperbesar peluang finis sebagai juara grup.
Dengan enam poin dari dua pertandingan, langkah Maroko menuju fase gugur kini semakin terbuka lebar. Namun, untuk bersaing dengan para kandidat juara lainnya, Atlas Lions perlu lebih tajam dalam memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.












