Progres Kepahiang – Hyundai resmi meluncurkan mobil listrik terbarunya, IONIQ V, di China. Mobil bergaya fastback ini langsung menarik perhatian karena membawa desain futuristis, teknologi kecerdasan buatan, sistem kelistrikan 800 volt, serta jarak tempuh hingga 650 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.

Peluncuran resmi dilakukan Beijing Hyundai pada 29 September 2026, beberapa bulan setelah IONIQ V pertama kali diperkenalkan dalam ajang Auto China 2026 di Beijing.

Menariknya, IONIQ V tidak dikembangkan sebagai versi lain dari IONIQ 5. Hyundai merancang model ini secara khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen China dan menjadikannya bagian dari strategi “In China, For China, To Global”.

Harga IONIQ V Mulai Rp200 Jutaan

Salah satu daya tarik utama IONIQ V adalah harganya.

Di China, Beijing Hyundai menawarkan IONIQ V dalam lima varian dengan harga resmi mulai 109.900 yuan hingga 139.900 yuan. Jika dikonversikan ke rupiah, kisarannya sekitar Rp290 juta hingga Rp370 juta, tergantung nilai tukar.

Namun, pada periode peluncuran, Hyundai memberikan harga promosi terbatas mulai 99.900 yuan, atau sekitar Rp260 jutaan. Dengan demikian, IONIQ V memang diposisikan cukup agresif di pasar kendaraan listrik China.

Lima varian yang tersedia antara lain IONIQ V 540 Pro, 540 Max, 540 Max+, 650 Max dan 650 Max+.

Kehadiran varian 650 menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan jarak tempuh lebih panjang.

Jarak Tempuh hingga 650 Kilometer

IONIQ V menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dipasok CATL.

Untuk varian standar, Hyundai menggunakan baterai berkapasitas 53,5 kWh yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 140 kW atau sekitar 188 hp.

Konfigurasi tersebut menghasilkan jarak tempuh sekitar 520-540 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Sementara itu, varian long range mendapatkan baterai berkapasitas 66,8 kWh dan motor listrik 168 kW atau sekitar 225 hp.

Jangkauannya dapat mencapai 620-650 kilometer CLTC, tergantung varian yang digunakan.

Perlu dicatat, angka CLTC umumnya lebih tinggi dibandingkan standar pengujian seperti WLTP. CarNewsChina mencatat varian 650 km CLTC memiliki estimasi sekitar 533 km berdasarkan WLTP.

Mengusung Arsitektur 800 Volt

Hyundai tidak hanya mengejar jarak tempuh.

IONIQ V juga dibangun menggunakan sistem kelistrikan 800 volt, teknologi yang memungkinkan pengisian daya berkecepatan tinggi dan menjadi salah satu ciri teknologi kendaraan listrik Hyundai generasi terbaru.

Penggunaan arsitektur tersebut membuat IONIQ V memiliki fondasi teknologi yang berbeda dari mobil listrik murah pada umumnya.

Hyundai juga menempatkan efisiensi dan pengalaman berkendara sebagai bagian penting dari pengembangan mobil ini.

Desain Fastback yang Berbeda

Dari sisi tampilan, IONIQ V mengambil pendekatan berbeda dibandingkan IONIQ 5.

Mobil ini memiliki bentuk fastback dengan garis atap yang lebih rendah dan bodi yang memanjang. Dimensinya mencapai 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dengan wheelbase 2.900 mm.

Desain tersebut menghasilkan proporsi yang lebih menyerupai sedan fastback dibandingkan SUV listrik.

Hyundai juga menggunakan bahasa desain baru yang disebut “The Origin”, dengan sejumlah elemen futuristis seperti lampu depan terpisah, gagang pintu semi-tersembunyi dan desain bodi yang mengutamakan aerodinamika.

Koefisien hambatan udara IONIQ V tercatat sekitar 0,23 Cd.

Kabin Dibekali Layar 27 Inci

Masuk ke dalam kabin, IONIQ V menawarkan pendekatan yang cukup berbeda.

Hyundai memasang sistem layar berukuran 27 inci yang menjadi pusat berbagai fungsi digital kendaraan. Sistem tersebut dilengkapi head-up display sehingga informasi penting dapat ditampilkan tanpa pengemudi harus terlalu sering mengalihkan pandangan dari jalan.

Sistem infotainment menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8295, yang juga menjadi bagian dari sistem komputasi kendaraan.

Kapasitas bagasinya mencapai sekitar 465 liter, memberikan ruang yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Dibekali Teknologi AI

Salah satu fitur yang menjadi perhatian Hyundai pada IONIQ V adalah penggunaan kecerdasan buatan.

Mobil ini mendapatkan Smart AI Assistant berbasis large language model atau LLM. Teknologi tersebut dirancang agar pengemudi dapat berinteraksi dengan kendaraan menggunakan perintah suara yang lebih natural.

Untuk teknologi bantuan berkendara, Hyundai bekerja sama dengan perusahaan teknologi China Momenta.

Sistem tersebut mendukung fungsi bantuan mengemudi termasuk navigasi otomatis di jalan tol.

Dengan kombinasi AI, konektivitas dan ADAS, Hyundai mencoba menempatkan IONIQ V bukan sekadar sebagai kendaraan listrik, tetapi sebagai kendaraan yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital.

Sembilan Airbag dan Sistem Pencegah Salah Injak Pedal

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian.

IONIQ V dilengkapi struktur bodi yang diperkuat serta sembilan airbag. Hyundai juga membekalinya dengan teknologi Pedal Misapplication Safety Assist (PMSA) yang dirancang untuk membantu mencegah kecelakaan akibat kesalahan pengoperasian pedal.

Fitur bantuan pengemudi juga dikembangkan sebagai bagian dari sistem keselamatan aktif kendaraan.

Dengan demikian, Hyundai mencoba menggabungkan tiga aspek utama dalam IONIQ V, yakni elektrifikasi, teknologi digital dan keselamatan.

Bagian dari Strategi Baru Hyundai di China

Peluncuran IONIQ V tidak bisa dilepaskan dari strategi Hyundai untuk memperkuat kembali bisnis kendaraan listriknya di China.

Hyundai menyebut strategi tersebut sebagai “In China, For China, To Global”. Artinya, perusahaan ingin mengembangkan kendaraan yang lebih sesuai dengan karakter konsumen China, sekaligus menjadikan negara tersebut sebagai basis inovasi kendaraan listrik untuk pasar global.

Hyundai juga menyiapkan rencana menghadirkan 20 model baru di China dalam lima tahun, mencakup kendaraan listrik baterai maupun kendaraan listrik dengan range extender.

IONIQ V menjadi salah satu produk awal dari strategi tersebut.

Apakah IONIQ V Akan Masuk Indonesia?

Peluncuran IONIQ V di China tentu memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan kehadirannya di Indonesia.

Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi Hyundai Motors Indonesia mengenai pemasaran IONIQ V di Tanah Air.

Karena IONIQ V dikembangkan secara khusus untuk China, kehadirannya di pasar Indonesia tidak otomatis mengikuti peluncuran di negara tersebut.

Hyundai sendiri saat ini memiliki sejumlah model IONIQ di Indonesia, termasuk IONIQ 5. IONIQ V memiliki karakter yang berbeda karena desain, dimensi dan spesifikasinya memang disiapkan untuk kebutuhan pasar China.

Karena itu, konsumen Indonesia masih perlu menunggu informasi resmi dari Hyundai mengenai kemungkinan masuknya model tersebut ke Tanah Air.

IONIQ V, Upaya Hyundai Menjawab Persaingan EV China

Peluncuran IONIQ V memperlihatkan bagaimana Hyundai mulai mengambil pendekatan yang lebih agresif menghadapi persaingan kendaraan listrik di China.

Dengan harga mulai sekitar Rp200 jutaan pada masa promosi, jarak tempuh hingga 650 km CLTC, baterai LFP, arsitektur 800 volt, layar 27 inci dan teknologi AI, mobil ini membawa kombinasi fitur yang cukup lengkap untuk segmennya.

Kini perhatian berikutnya tertuju pada perkembangan penjualan IONIQ V di China dan apakah Hyundai akan membawa model tersebut ke pasar internasional.

Jika benar diperluas ke pasar global, IONIQ V berpotensi menjadi salah satu model penting dalam strategi kendaraan listrik Hyundai generasi berikutnya.