KEPAHIANG.PROGRES.ID – Film Ratu Malaka tengah menjadi perhatian pencinta film Indonesia. Karya terbaru sutradara Angga Dwimas Sasongko ini dijadwalkan tayang pada 2027 di jaringan bioskop, termasuk Cinépolis.
Film bergenre aksi–kriminal thriller tersebut disebut sebagai salah satu proyek paling ambisius Angga, karena memadukan aksi intens dengan unsur mitologi, spiritualitas, dan dunia kejahatan urban.
Nuansa Neo-Noir dan Aksi Brutal
Ratu Malaka mengusung gaya visual neo-noir dengan sentuhan aksi keras, termasuk pertarungan tangan kosong. Tim produksi menjanjikan pengalaman sinematik yang visceral dan emosional, dengan pendekatan yang berbeda dari film laga Indonesia pada umumnya.
Meski memuat unsur mitos, film ini bukan film sejarah. Angga menegaskan bahwa Ratu Malaka adalah kisah fantasi kontemporer dengan dunia fiksi yang dibangun secara kreatif, berakar pada atmosfer Asia Tenggara namun memiliki sistem dan mitologi unik.
Saat ini, proyek Ratu Malaka masih berada dalam tahap pengembangan naskah dan penyusunan strategi produksi. Proses casting lanjutan, penentuan mitra produksi, dan persiapan teknis akan dilakukan dalam waktu dekat.
Sinopsis Ratu Malaka
Cerita berfokus pada karakter wanita tangguh bernama Rafah, diperankan Claresta Taufan.
Rafah muncul dan menghadapi sindikat kriminal berbahaya yang beroperasi melalui praktik perdukunan, ritual mistis, serta ramalan yang mengarahkan aksi-aksi kejahatan mereka.
Kelompok kriminal ini terlibat dalam berbagai praktik ilegal, mulai dari perdagangan manusia, peredaran narkoba, hingga penyelundupan senjata. Rafah kemudian hadir untuk menghentikan jaringan tersebut.
Berlatar dunia neo-noir yang keras, film ini juga memotret intrik kekuasaan dan dinamika politik di kawasan Selat Malaka. Inspirasi cerita disebut berakar pada legenda prajurit Kesultanan Malaka, meski dikemas dalam pendekatan fantasi modern.
Eksplorasi Genre Aksi Indonesia
Angga Dwimas Sasongko menyampaikan bahwa Ratu Malaka dibuat untuk mendorong batas genre aksi Indonesia. Ia ingin menghadirkan narasi yang tidak sekadar mengandalkan adegan kejar-kejaran atau ledakan, tetapi membangun karakter ikonik, emosi kuat, serta sentuhan lokal yang menonjol.
Film ini juga menantang dengan menggabungkan kekerasan urban dan dunia spiritual—kombinasi yang jarang muncul dalam film Indonesia arus utama. Pendekatan ini diyakini berpotensi membuka jalan bagi genre fantasy-action lokal yang lebih luas.
Jika eksekusi berjalan baik, Ratu Malaka diprediksi dapat memperkuat posisi film Indonesia di pasar internasional. Angga bahkan telah membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk distribusi dan produksi.
Daftar Pemeran
Film ini akan dibintangi oleh:
- Claresta Taufan
- Dion Wiyoko
- Ganindra Bimo
- Faris Fadjar
- Jihane Almira
- Lutesha
- Wulan Guritno
- Marcella Zalianty
***











