Sinopsis Film Assassin’s Creed, Perjalanan Genetik Melawan Ordo Templar

icon situs berita progres
Assassin’s Creed/istimewa

KEPAHIANG.PROGRES.ID- Assassin’s Creed merupakan film aksi-petualangan fiksi ilmiah yang dirilis pada tahun 2016.

Film ini diadaptasi dari waralaba video game populer besutan Ubisoft dengan judul yang sama. Disutradarai oleh Justin Kurzel, film ini dibintangi oleh Michael Fassbender, Marion Cotillard, Jeremy Irons, Brendan Gleeson, serta Michael K. Williams.

Mengusung tema sejarah, teknologi, dan konflik ideologi, Assassin’s Creed mencoba memperluas semesta gimnya ke layar lebar dengan pendekatan sinematik yang lebih gelap dan serius.

Callum Lynch dan Proyek Animus

Cerita berfokus pada Callum Lynch, seorang terpidana mati yang secara misterius diselamatkan dari eksekusi oleh Abstergo Industries.

Perusahaan tersebut merupakan wajah modern dari Ordo Templar, organisasi rahasia yang telah berabad-abad berupaya mengendalikan umat manusia.

Callum direkrut ke dalam Proyek Animus, sebuah eksperimen revolusioner yang memungkinkan seseorang mengakses ingatan genetik leluhurnya.

Di bawah pengawasan ilmuwan Abstergo, Dr. Sophia Rikkin, Callum diketahui merupakan keturunan Aguilar de Nerha, seorang Assassin legendaris yang hidup di Spanyol pada abad ke-15.

Tujuan Abstergo jelas: menemukan Apple of Eden, artefak kuno yang diyakini mampu menghilangkan kehendak bebas manusia dan menghentikan kekacauan dunia versi Templar.

Spanyol 1492: Misi Aguilar dan Perburuan Apple of Eden

Melalui Animus, Callum “dilempar” ke masa lalu, tepatnya ke Spanyol tahun 1492. Di sana, Aguilar dan rekannya Maria menjalankan misi berbahaya untuk menyelamatkan Pangeran Ahmed de Granada yang diculik oleh pemimpin Templar, Tomas de Torquemada.

Penculikan tersebut merupakan bagian dari upaya memaksa Sultan Muhammad XII menyerahkan Apple of Eden. Meskipun sempat berhasil menyergap rombongan Templar, Aguilar dan Maria akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Dampak Animus dan Konflik Batin Callum

Di dunia modern, efek Animus mulai memengaruhi kondisi psikologis Callum. Ia mengalami halusinasi, ingatan bercampur, serta mulai menguasai kemampuan bertarung Aguilar.

Di fasilitas Abstergo, Callum bertemu para tahanan lain yang juga merupakan keturunan Assassin, dipimpin oleh Moussa.

Hubungan Callum dan Sophia Rikkin pun semakin kompleks. Sophia mengungkap bahwa ia adalah putri CEO Abstergo, Alan Rikkin, dan menyimpan trauma masa lalu akibat kekerasan yang berkaitan dengan Assassin.

Callum juga mengetahui kebenaran pahit tentang keluarganya: ibunya adalah seorang Assassin, dan kematiannya merupakan pilihan untuk melindungi Callum dari eksperimen Templar.

Pengkhianatan, Pengorbanan, dan Kebangkitan Assassin

Kembali ke masa lalu, Aguilar dan Maria berhasil meloloskan diri dari eksekusi dalam adegan ikonik Leap of Faith.

Namun, pengorbanan besar terjadi ketika Maria memilih kematian demi menggagalkan rencana Templar.

Aguilar akhirnya berhasil membawa Apple of Eden keluar dari tangan musuh.

Artefak tersebut kemudian disembunyikan, hingga akhirnya ditemukan Abstergo berabad-abad kemudian.

Di dunia modern, Alan Rikkin berniat menggunakan Apple of Eden untuk melanggengkan kekuasaan Templar, bukan untuk perdamaian seperti yang selama ini diklaim.

Warisan Assassin Berlanjut

Setelah sepenuhnya menyerap kemampuan dan ingatan Aguilar, Callum menerima takdirnya sebagai Assassin. Bersama Moussa dan para keturunan Assassin lainnya, ia melancarkan serangan ke markas Templar di London.

Dalam konfrontasi terakhir, Callum berhasil membunuh Alan Rikkin dan merebut kembali Apple of Eden. Para Assassin pun kembali bersumpah untuk melindungi artefak tersebut dari tangan yang salah.

Sementara itu, Sophia Rikkin, yang hancur akibat kematian ayahnya, bersumpah akan membalas dendam, membuka kemungkinan konflik lanjutan di masa depan.

Film Assassin’s Creed (2016) menyajikan kisah tentang identitas, kebebasan, dan warisan sejarah yang diwariskan melalui darah dan ingatan.

Meski menuai beragam respons kritikus, film ini tetap menjadi tontonan menarik bagi penggemar gimnya maupun penikmat film aksi bertema sejarah dan konspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *