KEPAHIANG.PROGRES.ID – Laga penting akan tersaji di Grup A Piala Afrika 2025 saat Zambia menghadapi Komoro pada Sabtu dini hari, 27 Desember 2025. Pertandingan ini akan berlangsung di Stade Mohammed V dengan kick off pukul 00.30 WIB.
Kedua tim sama-sama mengincar hasil maksimal demi menjaga peluang lolos ke babak gugur. Zambia berambisi meraih kemenangan pertama, sementara Komoro ingin bangkit usai kekalahan di laga pembuka.
Zambia Masih Mencari Kemenangan Perdana
Zambia saat ini menempati peringkat kedua Grup A setelah bermain imbang 1-1 kontra Mali pada laga pertama. Hasil tersebut sejatinya cukup melegakan bagi Chipolopolo, mengingat mereka datang ke turnamen ini dengan catatan empat kekalahan beruntun.
Pasukan Moses Sichone sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Lassine Sinayoko, sebelum Patson Daka muncul sebagai penyelamat lewat sundulan di menit-menit akhir.
Meski begitu, hasil tersebut memperpanjang catatan kurang impresif Zambia di Piala Afrika, yang kini belum pernah menang dalam 10 pertandingan beruntun (8 imbang, 2 kalah).
Lini Depan Zambia Perlu Lebih Tajam
Menatap laga kontra Komoro, Zambia memiliki peluang besar untuk bangkit. Tiga poin akan membuat posisi mereka semakin aman dalam persaingan Grup A.
Namun, catatan pertemuan melawan Komoro tidak sepenuhnya berpihak. Dalam tiga duel terakhir, Zambia belum pernah menang, hanya mencatat satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Masalah utama Zambia terletak di lini serang. Saat melawan Mali, mereka hanya mampu menciptakan dua peluang emas sepanjang 90 menit, sinyal bahwa penyelesaian akhir perlu segera dibenahi.
Komoro Tampil Berani Meski Kalah dari Maroko
Di sisi lain, Komoro berada di dasar klasemen setelah kalah 0-2 dari tuan rumah Maroko. Meski kalah, penampilan anak asuh Stefano Cusin patut diapresiasi.
Komoro mampu menahan imbang Maroko sepanjang babak pertama sebelum akhirnya kebobolan dua gol di paruh kedua. Hasil tersebut menandai lima laga tanpa kemenangan bagi Komoro, dengan empat kekalahan beruntun.
Kekalahan lagi dari Zambia bisa mempersempit peluang mereka untuk melaju, meski tekanan terbesar tetap tertuju pada pertandingan terakhir fase grup.











