Siapa Vozinha? Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi di Debut Bersejarah Cape Verde di Piala Dunia 2026

icon situs berita progres
kiper tanjung verde vozinha
Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha (Foto: Buda Mendes/Getty Images via Yahoo Sport)

KEPAHIANG.PROGRES.ID – Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan kejutan sejak pekan pertama. Salah satu hasil yang paling mengejutkan terjadi ketika Spanyol gagal meraih kemenangan dalam laga pembuka mereka setelah ditahan imbang 0-0 oleh debutan turnamen, Tanjung Verde (Cape Verde).

Meski Spanyol tidak menurunkan sejumlah pemain andalannya sejak menit awal, hasil tersebut tetap menjadi pencapaian luar biasa bagi Cape Verde yang untuk pertama kalinya tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Di balik sukses menahan salah satu raksasa Eropa itu, ada satu nama yang menjadi pusat perhatian: Vozinha.

Kiper veteran berusia 40 tahun tersebut tampil gemilang dan menjadi alasan utama mengapa Spanyol pulang tanpa gol. Berkat aksi heroiknya di bawah mistar, Cape Verde berhasil mencatat hasil bersejarah dalam pertandingan perdana mereka di Piala Dunia.

Sosok di Balik Nama Vozinha

Nama asli Vozinha adalah Josimar José Évora Dias. Bagi masyarakat Cape Verde, ia bukan sekadar penjaga gawang, melainkan salah satu ikon sepak bola nasional yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

Beberapa pekan sebelum turnamen dimulai, Vozinha genap berusia 40 tahun, menjadikannya salah satu pemain tertua yang tampil di Piala Dunia 2026. Laga melawan Spanyol juga menjadi penampilan ke-90-nya bersama tim nasional Cape Verde.

Menariknya, julukan “Vozinha” dalam bahasa Portugis memiliki arti “nenek kecil”. Namun julukan tersebut tidak berkaitan dengan usianya saat ini.

Dalam beberapa kesempatan, sang kiper menjelaskan bahwa nama itu berasal dari masa kecilnya. Ia dibesarkan oleh kakek dan neneknya di Pulau São Vicente setelah tumbuh jauh dari kedua orang tuanya. Dari situlah julukan Vozinha melekat dan bertahan hingga sekarang.

Saat memasuki Piala Dunia, statusnya bahkan sedang tanpa klub setelah berpisah dengan klub Portugal, Chaves. Namun penampilan luar biasanya di turnamen ini berpotensi membuka jalan menuju kontrak baru dalam waktu dekat.

Viral dalam Semalam

Penampilan impresif Vozinha tak hanya mengundang pujian dari pengamat sepak bola, tetapi juga membuat popularitasnya meledak di media sosial.

Sebelum pertandingan melawan Spanyol dimulai, akun Instagram miliknya memiliki sekitar 50 ribu pengikut. Namun setelah aksi heroiknya menjadi sorotan dunia, jumlah tersebut melonjak drastis hingga melampaui 1,2 juta followers hanya dalam waktu singkat.

Lonjakan itu menunjukkan bagaimana performanya berhasil menarik perhatian publik global, bahkan di luar kalangan penggemar sepak bola.

Tembok Kokoh yang Sulit Ditembus Spanyol

Penampilan Vozinha bukan sekadar kisah menarik tentang usia dan pengalaman. Statistik pertandingan menunjukkan betapa besar pengaruhnya terhadap hasil akhir laga.

Menurut data SofaScore, ia mencatatkan tujuh penyelamatan sepanjang pertandingan. Enam di antaranya dilakukan terhadap tembakan yang dilepaskan dari dalam kotak penalti, situasi yang biasanya memiliki peluang tinggi menghasilkan gol.

Tak hanya itu, model expected goals (xG) menunjukkan bahwa Vozinha berhasil mencegah sekitar 1,46 gol yang seharusnya berpotensi tercipta untuk Spanyol.

Kontribusinya juga tidak terbatas pada penyelamatan. Saat Cape Verde terus berada dalam tekanan akibat dominasi Spanyol, ia membantu tim keluar dari situasi sulit melalui distribusi bola yang efektif. Dari 23 umpan panjang yang dilepaskannya, 10 berhasil menemukan rekan setim dan menjadi awal serangan balik timnya.

Berkat kombinasi refleks, pengalaman, dan ketenangannya, Vozinha berhasil memberikan malam yang mengecewakan bagi Spanyol sekaligus menghadirkan salah satu kisah paling inspiratif di awal Piala Dunia 2026.

Bagi Cape Verde, hasil imbang tersebut sudah terasa seperti kemenangan. Sementara bagi dunia sepak bola, nama Vozinha kini bukan lagi sosok yang asing, melainkan pahlawan baru yang membuktikan bahwa usia hanyalah angka ketika semangat dan kualitas masih berbicara di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *