PROGRES.ID – Timnas Belanda dan Jepang akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan bentrok pada laga Grup F yang berlangsung di Dallas, Minggu malam waktu setempat. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase grup, mengingat kedua tim sama-sama berambisi mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Selain Belanda dan Jepang, Grup F juga dihuni Swedia dan Tunisia, sehingga setiap poin akan sangat berharga dalam persaingan menuju fase gugur.
Belanda Berburu Gelar Dunia Pertama
Belanda kembali datang ke Piala Dunia dengan status sebagai salah satu tim yang berpotensi memberi kejutan. Setelah mencapai semifinal Euro 2024 serta menembus perempat final Piala Dunia dan UEFA Nations League edisi terakhir, Oranje kini menargetkan pencapaian yang lebih besar.
Meski memiliki sejarah panjang di turnamen ini, Belanda masih menyandang status sebagai negara yang paling sering menjadi runner-up tanpa pernah meraih gelar juara. Mereka gagal di partai final pada 1974, 1978, dan 2010.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-12 Belanda di ajang ini. Langkah pertama yang harus mereka lalui adalah memastikan lolos dari fase grup, sesuatu yang secara historis cukup menjanjikan. Oranje tercatat tidak pernah kalah dalam 16 pertandingan fase grup Piala Dunia sejak 1994.
Pelatih Ronald Koeman, yang pernah menjadi kapten Belanda di Piala Dunia 1994, kini memimpin generasi baru Oranje untuk mencoba mengakhiri penantian panjang meraih trofi dunia.
Meski demikian, persiapan mereka tidak sepenuhnya mulus. Setelah menjalani kualifikasi yang kurang meyakinkan, Belanda juga menelan kekalahan dari Aljazair dalam laga pemanasan terakhir yang mengakhiri rekor 10 pertandingan tanpa kalah.
Mereka kemudian melakoni laga tertutup melawan Uzbekistan di New York. Dalam pertandingan tersebut, dua gol penalti Cody Gakpo menjadi penyelamat kemenangan tipis Belanda, termasuk satu gol yang lahir di masa injury time.
Jepang Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Di sisi lain, Jepang memasuki turnamen dengan modal yang sangat positif. Samurai Blue akan tampil untuk kedelapan kalinya secara beruntun di putaran final Piala Dunia.
Meski belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar, performa Jepang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini mereka menempati peringkat ke-18 FIFA, hanya terpaut 10 posisi dari Belanda.
Pasukan Hajime Moriyasu sedang berada dalam tren impresif setelah menyapu bersih enam laga persahabatan terakhir dengan kemenangan. Bahkan, mereka berhasil menaklukkan tim kuat seperti Brasil dan Inggris.
Ketajaman lini serang menjadi salah satu kekuatan utama Jepang. Selama kualifikasi zona Asia, mereka mencetak 54 gol, jumlah terbanyak dibandingkan negara peserta AFC lainnya. Tidak hanya itu, Jepang juga hanya kebobolan tiga kali sepanjang fase kualifikasi.
Statistik tersebut menunjukkan keseimbangan permainan yang membuat publik Jepang optimistis tim kesayangannya mampu melangkah jauh di Amerika Utara.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Jepang sempat mengejutkan dunia dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup sebelum akhirnya tersingkir secara dramatis lewat adu penalti melawan Kroasia.
Kini, mereka kembali menghadapi tantangan besar saat berjumpa Belanda. Pertemuan sebelumnya di Piala Dunia terjadi pada 2010 dan saat itu Jepang harus mengakui keunggulan Oranje dengan skor tipis 0-1.
Kabar Tim
Belanda dihantui sejumlah masalah cedera menjelang pertandingan pembuka. Kiper utama Bart Verbruggen mengalami cedera pinggul dalam laga uji coba terakhir dan masih diragukan tampil.
Jika tidak fit, posisi penjaga gawang kemungkinan akan diisi Mark Flekken. Selain itu, beberapa pemain penting seperti Jurrien Timber, Jerdy Schouten, Matthijs de Ligt, dan kreator serangan Xavi Simons juga dipastikan absen.
Di lini depan, Koeman masih memiliki banyak opsi. Memphis Depay yang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Belanda berpeluang menjadi starter, meski Donyell Malen juga tengah tampil tajam bersama AS Roma.
Sementara itu, Jepang kehilangan dua nama penting. Kapten tim Wataru Endo memutuskan pensiun dari sepak bola internasional setelah gagal pulih dari cedera kaki, sedangkan Kaoru Mitoma juga harus absen karena masalah kebugaran.
Meski demikian, Moriyasu masih memiliki sejumlah pemain kreatif seperti Takefusa Kubo dan Junya Ito untuk mendukung penyerang utama Ayase Ueda. Ketiganya menjadi kontributor utama gol Jepang sepanjang fase kualifikasi.
Menariknya, bek veteran Yuto Nagatomo yang kini berusia 39 tahun berpeluang mencatat sejarah sebagai pemain Asia pertama yang tampil dalam lima edisi Piala Dunia.
Prediksi Susunan Pemain
Belanda (4-2-3-1):
Verbruggen; Dumfries, Van Hecke, Van Dijk, Van de Ven; De Jong, Gravenberch; Summerville, Reijnders, Gakpo; Depay.
Jepang (3-4-2-1):
Suzuki; Taniguchi, Watanabe, Hiroki Ito; Doan, Kamada, Tanaka, Nakamura; Junya Ito, Kubo; Ueda.
Prediksi Skor
Belanda masih unggul dari segi pengalaman dan kualitas individu. Namun Jepang datang dengan kepercayaan diri tinggi serta organisasi permainan yang semakin matang.
Rekor pertemuan memang berpihak kepada Oranje, tetapi performa Samurai Blue dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Laga ini diperkirakan berlangsung ketat dan berpotensi menghasilkan skor imbang.
Prediksi: Belanda 2-2 Jepang.











