Viral Air Batang Ombilin Tetap Jernih Saat Banjir Sumatera Barat, Ahli Geologi Ungkap Penyebabnya

icon situs berita progres
sungai ombilin singkarak sumatera barat
Sungai Ombilin, Sumatera Barat sebelum banjir bandang. Diambil dari udara (Foto: Kompas.com/Instagram)

PROGRES.ID – Air Sungai Batang Ombilin di Sumatera Barat mendadak viral setelah tampil sangat jernih meski wilayah tersebut tengah dilanda banjir. Video kejernihan sungai yang beredar di media sosial bahkan membuat warganet membandingkannya dengan Sungai Aare di Bern, Swiss.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik: mengapa air sungai tetap sebening kaca saat debit air meningkat, padahal umumnya banjir membawa lumpur dan membuat aliran sungai berubah keruh?

Kandungan Batu Kapur Jadi Kunci Kejernihan

Ahli Geologi Sumatera Barat Ade Edwar menjelaskan bahwa kejernihan Batang Ombilin bukanlah hal aneh. Menurutnya, aliran sungai yang mengarah ke Danau Singkarak tersebut memiliki kandungan batu kapur (limestone) yang sangat tinggi di bagian hulu.

Aliran Batang Ombilin ini banyak mengandung batu kapur sehingga air yang dibawanya ke Danau Singkarak tetap jernih,” kata Ade, Rabu (3/12/2025).

Material batu kapur yang mendominasi kawasan hulu membuat air tidak mengangkut sedimen berlebih, sehingga tidak berubah menjadi coklat meski debit meningkat akibat banjir.

Kondisi Serupa pada Sungai Lain yang Mengalir ke Danau Singkarak

Ade menambahkan, karakteristik ini tidak hanya ditemukan pada Batang Ombilin. Sejumlah sungai lain yang berhulu ke Danau Singkarak memiliki komposisi geologi yang sama, yaitu kaya batu kapur.

Intinya kenapa airnya jernih, itu karena batu kapur itu,” ujarnya menegaskan.

Limestone diketahui memiliki sifat menyaring dan menetralkan material keruh, sehingga air yang melalui kawasan tersebut menjadi lebih bersih sebelum sampai ke danau.

Fenomena Alam yang Jarang Terjadi

Kondisi Danau Singkarak yang tetap jernih meski cuaca ekstrem disebut Ade sebagai fenomena alam yang unik. Secara umum, banjir membawa material lumpur dari berbagai titik aliran, yang kemudian menyebabkan keruhnya sungai maupun danau.

Harusnya airnya keruh, kan? Tapi air Danau Singkarak tetap jernih karena banyak mengandung batu kapur,” jelas Ade.

Ia menyebut kejernihan Danau Singkarak sudah berlangsung sejak lama karena sifat air dari sungai-sungai hulunya yang sudah bersih sejak awal. Inilah yang membuat Singkarak dikenal sebagai salah satu danau dengan kejernihan stabil di Sumatera Barat.

Berbeda dengan Daerah yang Tidak Memiliki Batu Kapur

Ade menegaskan, kondisi ini sangat bergantung pada struktur geologi daerah. Wilayah yang tidak memiliki kandungan batu kapur umumnya mudah mengalami kekeruhan ketika banjir datang.

“Jika banjir tentu airnya coklat dan keruh karena tidak ada batu kapur itu,” ujarnya.

Fenomena Batang Ombilin dan Danau Singkarak pun kembali menjadi sorotan, sekaligus menunjukkan bagaimana struktur geologi dapat memengaruhi kualitas air secara signifikan.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *