KEPAHIANG.PROGRES.ID – Pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Uruguay dan Arab Saudi di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Bukan hanya duel sengit kedua tim yang menjadi sorotan, tetapi juga penampilan para wasit yang mengenakan seragam berwarna pink mencolok.
Biasanya, para pengadil lapangan tampil dengan jersey kuning terang yang sudah menjadi ciri khas dalam berbagai turnamen sepak bola dunia. Namun kali ini, para ofisial pertandingan hadir dengan kostum berwarna pink flamingo, memicu rasa penasaran banyak penonton.
Lantas, mengapa FIFA memilih warna yang tidak lazim tersebut?
Ternyata, keputusan itu bukan sekadar soal estetika. Warna pink dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada kota Miami, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Miami memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan warna pink. Kota di Florida Selatan itu dikenal melalui berbagai ikon yang identik dengan nuansa tersebut, mulai dari burung flamingo yang banyak ditemukan di kawasan tersebut, panorama matahari terbenam yang memancarkan semburat merah muda, hingga bangunan bergaya Art Deco yang menjadi ciri khas kota.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kota penyelenggara, FIFA memutuskan menghadirkan sentuhan khusus pada perlengkapan para wasit.
Wasit utama laga Uruguay kontra Arab Saudi, Maurizio Mariani, bersama tim ofisial lainnya tampil mengenakan jersey pink selama pertandingan berlangsung.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjelaskan bahwa warna tersebut dipilih untuk memberikan penghormatan sekaligus menyampaikan pesan positif kepada kota yang menjadi salah satu pusat penyelenggaraan turnamen.
“Pink adalah warna yang identik dengan Miami. Kami ingin memberikan penghormatan kecil sekaligus menghadirkan senyuman bagi kota yang menjadi tuan rumah kami,” ujar Infantino.
Senada dengan itu, Kepala Komite Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap Miami yang akan menjadi rumah bagi banyak aktivitas FIFA selama berlangsungnya turnamen.
Menurut Collina, pilihan warna pink flamingo dianggap sebagai simbol yang tepat untuk merepresentasikan karakter kota tersebut.
“Kami merasa ini adalah cara yang baik untuk menunjukkan apresiasi kepada kota tempat kami akan tinggal selama hampir dua bulan. Warna pink flamingo ini menjadi bentuk pengakuan dan penghormatan kami,” kata Collina.
Kehadiran seragam pink itu pun langsung mencuri perhatian para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Di tengah pentingnya pertandingan Grup H, yang semakin menarik setelah Cape Verde secara mengejutkan menahan imbang Spanyol, warna unik yang dikenakan para wasit menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Meski hanya sebuah detail kecil, keputusan FIFA tersebut menunjukkan bagaimana unsur budaya dan identitas kota tuan rumah turut dihadirkan dalam panggung sepak bola terbesar di dunia.











